Diberdayakan oleh Blogger.

5 Tren Visual Instagram 2020 yang Wajib Kamu Coba, Supaya Makin Hits!


Dunia digital sudah menjadi bagian dari hidup kita. Internet sudah menjadi sebuah ruang hidup kita yang baru. Kalau dulu kita mencari hiburan atau entertainment via televisi atau radio, sekarang zamannya nonton streaming, video streaming, streaming musik menggunakan internet.

Salah satu bagian dari dunia digital kita saat ini adalah media sosial. Media sosial sudah menjadi bagian dari hidup kita setiap saat. Hampir semua orang menjalani setengah hidupnya melalui media sosial, apalagi para Generasi Millenial dan generasi setelahnya yakni Generasi Z.

Millenials dan Z bahkan tengah hidup dan mencari rezeki dalam industri digital salah satunya dunia Media Sosial.

Media Sosial yang cukup menjadi sorotan dan tetap eksis hingga hari ini adalah Instagram.


Sekitar 61 juta orang pengguna aktif bulanan Instagram di Indonesia tercatat pada November 2019. Hal ini tentunya menjadi data yang sangat strategis bagi para pegiat Media Sosial.

Di tahun 2020 ini, Instagram memiliki beberapa tren tertentu. Baik yang saya amati secara langsung maupun hasil bacaan dari beberapa media online.

Tren ini tentunya akan lebih memaksimalkan penggunaan akun Instagram kita, baik dari sisi kualitas konten yang disenangi publik atau pun untuk menambah jumlah follower.

Berikut adalah 5 tren Instagram di tahun 2020 yang saya rangkum dari berbagai sumber.

1. Menggunakan Tone yang Pucat dan Dramatis

Akun @marischkaprue

Beberapa waktu yang lalu, mulai booming beberapa aplikasi yang bisa membuat warna atau tone sebuah foto menjadi berbeda.

Jika dilihat, pada beberapa orang yang sudah menggunakannya, maka Feed Instagram lebih terlihat pucat namun lebih dramatis, sehingga mengundang orang untuk memberikan 'like/love' atau bahkan memfollow akun tersebut.

Tone warna pucat dan dramatis ini masih hits lho sampai sekarang, banyak sekali selebrity ataupun selebgram yang menggunakan filter warna pucat dan dramatis untuk meretouch unggahan foto mereka di Feed Instagram.

2. Street Photography

Akun @tantrinamirah

Monoton dengan konsep foto berada di alam, pantai, savana, dan lain sebagainya, Street Photography pun kembali muncul.

Kreativitas untuk menjadikan jalanan atau lokasi di pinggir jalan yang terkesan B aja alias biasa-biasa saja ini, menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa akun selebgram, blogger atau influencer juga mulai menggunakan Street Photography untuk menghias Feed Instagram mereka.

Jika berhasil 'menyulap' jalanan kota yang tadinya tidak menarik dan monoton menjadi karya foto yang unik, maka bersiaplah kebanjiran follower.

3. Green Living

Akun @weddewi

Sebelum adanya wabah virus corona yang menyebabkan kita mesti bekerja dari dalam rumah, tren ini sudah diprediksi akan muncul lagi lho gaes.

Tren Green Lifestyle atau pola hidup ramah lingkungan akan kembali bersinar di tahun 2020 ini.

Ditambah dengan keadaan yang menyebabkan kita semua harusdi rumah aja, semakin memicu untuk melakukan pola hidup ramah lingkungan seperti kembali memilah sampah organik dan non organik, menanam tanaman hias ataupun bahan pangan, melakukan pola hidup minimalis dan minim sampah, dan lain sebagainya.

Jika kamu ingin menebar dan memberikan inspirasi seputar gaya hidup ramah lingkungan atau Go Green, inilah saatnya kamu memaksimalkan penggunaan akun Instagram yang kamu miliki.

4. Clean Look

Akun @ayudiac

Foto minimalis, simple, serba putih atau monokrom juga menjadi tren visual Instagram di tahun ini lho.

Akun instagram dengan tema food, lifestyle, health, sangat bisa memanfaatkan tren visual instagram yang sederhana dan clean ini untuk membuat tampilan instagram lebih memikat para pengunjung dan follower.

Properti dan teknik fotografi yang digunakan pun tidak terlalu sulit, asalkan kita rajin untuk bereksplorasi dalam menggunakan properti dan teknik fotografi sederhana.

5. Micro Blogging

Akun @riopurbaid

Ini dia yang sedang hits di tahun 2020, Micro Blogging atau menggunakan fitur slide yang dimiliki instagram untuk mengunggah foto.

Fitur slide ini bisa digunakan untuk melakukan Micro Blogging, yaitu menuliskan ide, cerita, informasi, inspirasi dengan desain visual yang menarik menggunakan tampilan slide.

Konon katanya, tampilan ini sedang digandrungi oleh para penikmat visual di Instagram. Karena dengan cara ini, pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh audience, tidak membuat bosan, dan lebih menarik untuk disimak dari pada membaca caption yang sangat panjang.

Saat ini, saya sedang mencoba memaksimalkan 5 tren visual instagram di tahun 2020 yang sudah saya bahas di atas.

Salah satunya adalah merapikan tone Instagran Feed dengan menggunakan VSCO.


Yuk download VSCO

Saya memiliki banyak aplikasi editing foto di gadget saya, tapi saya memilih VSCO karena filternya mudah digunakan disesuaikan kembali apabila foto awal terlalu gelap atau terlalu terang.

Aplikasi VSCO ini sangat mudah digunakan dan memiliki banyak sekali filter untuk foto yang kekinian. Dan dengan satu kali sentuhan, foto untuk Instagram Feed menjadi sangat cantik dan sesuai dengan keinginan saya.



Senang rasanya saya gak perlu ribet pakai laptop untuk mendesai kebutuhan visual Instagram, apalagi dengan kondisi 3 anak laki-laki tanpa Asisten Rumah Tangga pula, saya butuh sekali aplikasi yang tinggal tap dan voila! Foto untuk Instagram jadi awesome.





Untuk beli aplikasi di Google Play Store, saya malas membeli vouchernya di Mini Market, karena kalau ke Mini Market saya harus bawa anak-anak, dan mereka ini jajannya banyaakkk. Kenapa sih harus beli? Soalnya dengan pakai premium, fiturnya lebih lengkap, bisa banyak pilihannya.

Yah, rugi deh kalo gini, uangnya malah buat jajan. Wkwkwk.

Sekarang saya lebih memilih menggunakan Gopay saja untuk beli aplikasi di Google Play Store. Alhamdulillah beberapa pekerjaan saya sebagai Blogger juga dibayar via Gopay, jadi udah deh lancar dan super praktis tinggal klik pakai Gopay.


Langganan mudah tinggal klik pakai Gopay

Saran saya, buat Ibu Rumah Tangga yang memang bekerja di dunia maya dan sosial media, dari pada ribet keluar rumah plus bawa anak yang suka jajan, udah paling betul pakai GoPay. Karena sangat mudah digunakan dan tentunya demi penghematan ya, Buibuk. So, beli aplikasi di Google Play lebih murah, ya pakai GoPay aja!

*teteup yaa

Bagaimana cara mengaktifkan GoPay sebagai salah satu cara pembayaran di Google Play?

1. Masuk ke Google Play dan pilih menu 'Metode Pembayaran"




2. Pilih 'Tambahkan GoPay' sebagai metode pembayaran




3. Klik 'Lanjut'




4. Masukkan PIN GoPay atau Pasang PIN GoPay jika belum terpasang




5. Yeay! GoPay kamu sudah terpasang




6. Selanjutnya, kamu tinggal buka aplikasi dan klik "langganan"



Kalau kamu belum bisa menambahkan metode pembayaran GoPay untuk beli aplikasi di Google Play, jangan lupa update terlebih dahulu fitur GoPay kamu di aplikasi GoJek ya.

Mudah kan pakai GoPay buat bayar berlangganan VSCO?

Sejauh ini sih saya puas dengan aplikasi VSCO, filternya cukup banyak dan beragam. Dan penggunaannya juga sangaaaat mudah.



Pakai GoPay juga banyak untungnya, lho. Bagaimana tidak, untuk semua pengguna GoPay lagi ada promo Google Play MIDNIGHT SALE, promo ini akan kasih kamu cashback 100% selama 22 Juli - 2 Agustus 2020. Untuk promo VSCO langsung klik link di sini. Kalau mau berlangganan aplikasi dan games dengan GoPay dan mau tahu promo-promonya, langsung aja klik link ini.

Ada yang udah mulai 'bebenah' akun Instagram supaya lebih hits di tahun 2020 ini? atau udah ada yang coba aplikasi VSCO?

Sharing yuk, di kolom komentar!

Yuk, Kita Sedekah Daging! Biar Semua Orang Bisa Makan Daging di Idul Adha Tahun Ini




"Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus" Q.S Al-Kautsar 1-3

Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah 1441 Hijriyah. Yakni salah satu bulan penting bagi umat islam, karena di dalamnya terdapat ibadah yang besar, yakni pelaksanaan ibadah haji dan hari raya qurban.

Menurut tafsir surat Al-Kautsar di atas, salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT adalah dengan shalat dan berqurban. Imam Qatadah mengatakan bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban di hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu moment ibadah pembersihan jiwa dan ibadah sosial

Memotong hewan qurban merupakan salah satu ibadah yang utama. Umat islam diperintahkan berqurban hanya karena Allah SWT, bukan seperti umat-umat terdahulu, yakni menyembelih hewan bukan karena Allah SWT, namun sebagai persembahan untuk berhala dan lainnya.

Namun, tidak semua orang bisa berqurban. Karena ibadah qurban dilakukan dengan cara menyembelih hewan ternak, dan tidak semua orang mampu membeli hewan ternak tersebut.

Menurut data IDEAS ( Indonesia Development Islamic Studies) Dompet Dhuafa, masih banyak masyarakat yang belum mampu merasakan daging qurban, terutama masyarakat yang berada di luar Jakarta. Hal ini semata karena keterbatasan ekonomi.

Semenjak Pandemi Covid 19 menghantam dunia termasuk Indonesian. Banyak sekali orang yang kehilangan mata pencaharian. Mereka kesulitan mencari nafkah karena pandemi ini masih berlangsung. Bahkan kalangan menengah pun ikut terkena imbasnya, PHK dan bisnis yang gulung tikar terjadi dimana-mana.

Ditengah ujian Pandemi Covid-19 ini, tentunya masih ada #OrangBaik yang ingin membantu masyarakat lainnya, apalagi kaum dhuafa, merayakan hari raya Idul Adha dengan menikmati daging hewan qurban.

Maka dari itu, Dompet Dhuafa berinisiasi melakukan penggalangan dana yang bernama "Sedekah Daging"


Apa itu Sedekah Daging?


Sedekah daging adalah sedekah daging kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha.
Dimulai dengan donasi/sedekah senilai Rp100.000 maka kita sudah dapat berpartisipasi dalam program ini. 

Donasi yang terkumpul akan dikonversi menjadi hewan kurban yang disalurkan ke pelosok nusantara.


Niat, Akad, dan Dalil Sedekah Daging

Sesuai dengan namanya, sedekah daging adalah amalan/ibadah sedekah, bukan qurban. Walaupun nanti, sedekah tersebut akan dikonversi menjadi hewan.

Niat dan akadnya pun adalah sedekah, bukan niat dan akad berqurban.


Amalan-amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhidjjah


Pada tafsir surat Al-Fajr, beberapa mufasir bersepakat bahwa 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang utama untuk melakukan amal kebaikan.

Jika di bulan Ramadhan, 10 hari terakhir adalah hari dilipatgandakannya amal perbuatan, berbeda dengan Bulan Dzulhijjah, 10 hari pertama lah yang paling utama, dan kita dianjurkan untuk mengisinya dengan ibadah dan amal perbuatan yang baik.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah sedekah.

Pada 10 hari awal bulan Dzulhidjjah, umat islam dianjurkan untuk banyak bersedekah, disamping memperbanyak amalan seperti shalat, puasa, dan bertaubat kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan, keikutsertaan kita dalam "Sedekah Daging" bersama Dompet Dhuafa, dicatat sebagai amalan atau ibadah dalam rangka memuliakan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Yuk kita Sedekah Daging sama-sama, saya sudah ikutan. Saatnya kamu ikutan juga yaa. Agar Idul Adha tahun ini kita bisa makan daging sama-sama, amiinnn, insya alloh.

Teman-teman bisa memberikan "Sedekah Daging" terbaik pada tautan berikut ini:

https://dmptdf.com/sedekahdaging


"Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya, Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (QS. At- Thalaq:7)


Sekilas Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga penyalur zakat, infaq, sodaqoh, dan juga wakaf yang sudah berdiri di Indonesia sejak 27 tahun yang lalu.

Berawal dari donasi yang dimuat di sebuah kolom di koran Republika, Dompet Dhuafa kini menjadi salah satu lembaga penyalur Ziswaf terpercaya di Indonesia.

Program pendampingan para dhuafa dari Dompet Dhuafa terdiri dari pendampingan di sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.

Dompet Dhuafa juga banyak menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri karena prestasinya sebagai lembaga penyalur Ziswaf yang mampu membangun masyarakat.

Salah satunya penghargaan dari Ramon Magsaysay Award (Internasional) di tahun 2016, yakni penghargaan kepada Dompet Dhuafa karena berperan dalam pengentasan kemiskinan.




Begini Cara Merawat Anak Alergi Susu Sapi di Masa Pandemi Covid-19

Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan, dan di sisi Allah-lah Pahala yang besar (Q.S Al-Anfal:28)

Sebagai ibu dari seorang anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi, potongan Ayat Al-Qur'an di atas memang benar adanya.

Merawat anak dengan alergi protein susu sapi itu Masya Alloh.  Betul-betul menjadi cobaan tersendiri bagi saya dan suami.

Apalagi dalam keluarga kami belum diketahui siapa saja yang memiliki "bakat" alergi. Maka dari itu, perjalanan Kifah yang tumbuh sebagai anak yang alergi protein susu sapi menjadi sebuah pengalaman yang sering saya share di blog ini. 

Ketika Kifah bayi muncul ruam merah di pipi, dan saya masih belum ngeh kalau itu alergi yang menyebabkan Dermatitis Atopik

Karena saya tahu, ibu dengan anak alergi, harus sama-sama saling menguatkan dan mendapatkan informasi dan edukasi seputar alergi anak.

Baca juga curhat saya tentang pengalaman merawat anak alergi dan asma.

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju

Bicara soal saling support dan memberikan informasi dan edukasi mengenai alergi anak, saya sangat mendukung adanya Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju.

Karena saya merasa 'ada teman' untuk sharing, mendapatkan informasi dan edukasi, dan juga nasehat-nasehat dari para expert mengenai alergi anak.




Seperti pada Senin, 29 Juli 2020 kemarin. Saya mengikuti webinar via Zoom mengenai bagaimana cara merawat anak alergi di masa pandemi seperti saat sekarang ini.

Jujur saja, selama Pandemi Covid-19 yang dimulai pada pertengahan Maret 2020 hingga sekarang, saya dan suami cukup panik dan takut akan bahaya penularan Covid-19 karena Kifah anak pertama saya memiliki riwayat alergi dan sekarang mengidap penyakit Asma.

Asma pada Kifah memang belum sembuh total, bahkan di bulan Ramadhan kemarin, Kifah tertatih-tatih berpuasa walau ketika jam bangun sahur asmanya sering kali kambuh.

Di masa Pandemi ini, tentunya kekhawatiran saya naik 2x lipat.

Webinar yang bertajuk Tanggap Alergi di Masa Pandemi untuk Generasi Maju kemarin, menghadirkan Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A (K), M.Kes yang merupakan seorang ahli imunologi dan alergi anak.

Selain itu, hadir pula Bunda Anggi Morika Septi, Senior Brand Manajer SGM Eksplor Advance + Soya, serta Bunda Mediana Herwijayanti, yakni Digital Marketing Manajer SGM Eksplor Advance+ Soya. Dan satu lagi, Bunda Nastasha Rizky (artis dan Bunda yang memiliki anak dengan riwayat alergi protein susu sapi).

Bunda Anggi mengatakan bahwa memang pasti ada ketakutan sendiri bagi para orang tua, di masa pandemi seperti sekarang ini, bagaimana cara merawat dan melindungi kesehatan anak-anak yang alergi dengan protein susu sapi.

Maka dari itu, Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju ini, ingin sekali mengajak dan menggugah para Bunda yang memiliki anak dengan alergi protein susu sapi untuk sama-sama belajar dan mendapatkan edukasi tentang alergi anak dengan benar sesuai dengan arahan para ekspert.

Bunda Anggi juga mengajak para Bunda agar selalu ingat 3K.

Apa itu 3K?


Jangan lupa lakukan 3K

1. Kenali Gejala. Yaitu mengenali apa saja gejala alergi. Di website generasimaju.co.id/alergianak Bunda bisa mengecek, apakah anak mengalami alergi atau tidak.

2. Konsultasikan. Yaitu mengkonsultasikan pada dokter atau expert mengenai alergi anak. 

Di generasimaju.co.id/alergianak terdapat fitur live chat bersama expert dimana kita bisa melakukan chat bersama expert untuk bertanya seputar alergi anak.

3. Kendalikan. Alergi dapat dikendalikan, salah satunya dengan cara memberikan nutrisi yang tepat pada si kecil yang mengalami alergi.

Prof. Budi mengatakan berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di masa pandemi ini, anak termasuk ke dalam kelompok yang rentan terkena infeksi, Indonesia adalah negara dengan angka terinfeksi tertinggi di ASEAN.

Anak dengan alergi susu sapi memiliki sistem imun yang unik dan lebih sensitif dibandingkan anak yang lainnya, maka dari itu, anak dengan alergi protein sapi harus mendapatkan perhatian ekstra khususnya pada kesehatanya.

Alergi sendiri adalah respon tubuh yang tidak normal terhadap 'zat asing' yang masuk ke dalam tubuh.

Walaupun sebenarnya zat tersebut tidak berbahaya, namun sistem imun anak alergi akan meresponnya secara berlebihan, sehingga menimbukan, gatal, bengkak, ruam merah, sesak, dsb.

Zat yang memicu alergi disebut alergen. Biasanya, alergen terdapat pada makanan dan zat yang terhirup.

Makanan contohnya:

Susu sapi, makanan laut, kacang tanah, tree nuts (kacang polong, almond, mede), telur, gandum dan ikan.


Hati-hati dengan makanan ini


Zat yang terhirup contohnya:

Tungau debu rumah, serbuk sari tanaman, kecoa, serpihan kulit  binatang, dan jamur kapang.


Hati-hati juga dengan zat yang bisa terhirup ini


Apakah Alergi Susu Sapi Itu?

Alergi susu sapi diakibatkan oleh kasein dan whey, yakni protein susu sapi yang menyebabkan reaksi alergi. Angka kejadiannya sebesar 0,5 %- 7,5% dan manifestasi terbanyak yakni Dermatitis Atopik, yakni ruam merah pada kulit. Namun, kejadian alergi ini akan berkurang seiring dengan pertambahan usia.

Data dari klinik anak di RSCM Jakarta, tahun 2012 menyebutkan bahwa 31% pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8 % alergi terhadap susu sapi.

7,5 % anak Indonesia mengalami alergi terhadap protein susu sapi, yang merupakan makanan penyebab alergi nomor dua setelah telur, pada anak-anak di Asia.

Dampak Apa Saja yang Ditimbulkan Jika Alergi Susu Sapi Tidak Segera Diatasi?


1. Dampak Kesehatan

Meningkatnya resiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung

2. Gangguan Tumbuh Kembang

Anak dengan alergi bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan, karena berhubungan dengan jenis dan ragam pantang makanan

3. Ekonomi

Meningkatnya pengeluaran untuk biaya pengobatan ke Rumah Sakit, membeli obat-obatan, biaya perawatan di rumah, orang tua kehilangan pendapatan karena sering tidak masuk kerja, dll.

4. Psikologi

Anak dan orang tua bisa stress, bahkan bisa jadi orang tua jauh lebih stress. Dengan begitu kualitas hidup anak dan keluarga menjadi menurun.

Lakukan 3 K (Kenali, Konstasikan, Kendalikan)

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Bunda Anggi, Prof. Budi pun menyarankan sebagai Bunda kita harus menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan melakukan 3K. 

3K dilakukan agar alergi lebih bisa diatasi dan tidak menjadi kasus yang lebih berat lagi.


Kenali Gejala Alergi Protein Susu Sapi


1. Saluran cerna:  Diare (53%) dan Kolik (27%)

2. Kulit: Urtikaria (18%) dan Dermatitis Atopik (35%)

3. Saluran Nafas: Asma (21%) dan Rinitis (20%)

4. Umum: Anafilaksis (11%)

Bagaimana Membedakan antara Alergi dan Infeksi?
Perbedaan infeksi dan alergi

Di masa pandemi seperti ini, orang tua cenderung lebih khawatir dengan kesehatan si kecil.

Duh, anak saya batuk pilek, apa jangan-jangan terkena Corona ya?

Gejala Infeksi yakni:

1. Disertai demam
2. Batuk dan pilek terjadi sepanjang hari
3. Dahak yang dikeluarkan berwarna


Gejala Alergi:

1. Tidak disertai demam
2. Batuk, pilek, bersin biasanya terjadi saat malam hari
3. Dahak yang dikeluarkan bening/tidak berwarna

Tata Laksana Alergi (Rekomendasi dari IDAI)

Bagi anak yang memang menunjukkan gejala alergi, langkah selanjutnya adalah dengan MENGKONSULTASIKAN kepada dokter atau expert di bidang imunologi dan alergi anak.

Biasanya anak akan diberikan obat-obatan sesuai dengan gejala alergi oleh dokter.

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, jika anak memiliki alergi tetap berikan ASI dan ibu menyusui sebisa mungkin menghindari makanan pencetus alergi.


Apabila dengan SANGAT TERPAKSA KARENA ALASAN MEDIS maka boleh memberikan nutrisi yang lain, seperti formula soya sebagai alternatif berdasarkan rekomendasi dokter.

Tips Menghadapi New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk Anak Alergi Susu Sapi


Tips menjalankan New Normal dari Prof. Budi untuk anak alergi protein susu sapi

1. Tidak melakukan penundaan imunisasi

2. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan SDIDTK (Stimulasi Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak)

3. Tetap menjaga kesehatan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, perbanyak makan buah dan sayuran, dan aktivitas fisik yang sesuai.

4. Ajari anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun, memakai masker, dan menghindari kerumunan

5. Berjemur di depan rumah setiap pagi sekitar 10-15 menit untuk mengoptimalkan asupan vitamin D yang baik untuk daya tahan tubuh anak.

Alhamdulillah dengan saling support dan adanya edukasi, Bunda dengan anak alergi protein sapi bisa lebih tanggap dan semangat lagi

Bunda Mediana Herwijayanti, Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju ini diharapkan mampu mengedukasi dan memberikan informasi seluas-luasanya kepada masyarakat agar lebih aware terhadap kasus alergi anak.

Dengan paparan yang dikatakan oleh Prof.Budi bahwa alergi bisa berakibat buruk jika tidak segera diatasi, maka Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju bisa dijadikan sebagai referensi dan pengetahuan tentang bagaimana mengatasi alergi pada anak.

Dan tidak hentinya, kampanye 3K yakni Kenali, Konsultasi, dan Kendalikan. Menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk bisa menjadi Bunda Tanggap Alergi.




Di dalam webinar kemarin, ada juga Bunda Natasha Rizky yang menceritakan pengalamannya mengatasi anaknya yang kedua, yang mengalami alergi protein susu sapi.

Awalnya ia sangat khawatir, bagaimana dengan pertumbuhan dan perkembangan anaknya karena mengalami alergi susu sapi. Karena asupan nutrisi pasti akan terbatas.

Nah, ada tips nih dari Bunda Natasha, sebagai Bunda Tanggap Alergi, yaitu:

1. Cari tahu gejala alergi itu seperti apa, sebagai Bunda kita harus peka.

2. Konsultasikan kepada expert apabila memang si kecil menunjukkan gejala alergi.

3. Memberikan nutrisi pengganti yang lain, misalkan dengan memberikan formula soya.

4. Kreasikan menu makanan si kecil, agar asupan nutrisinya tetap seimbang.

5. Dan yang terpenting, mintalah dukungan suami dan keluarga untuk merawat anak dengan alergi protein sapi. Karena suami dan keluargalah yang bisa menyemangati.

Yuk, Bunda, kita jadi Bunda Tanggap Alergi. Jangan lupa melakukan 3K.

Untuk mengetahui tentang gejala alergi pada anak dan chat dengam para expert, kunjungi www.generasimaju.co.id/alergianak

Dan untuk mengetahui banyaknya keseruan Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, Bunda bisa membuka akun instagram @soya_generasimaju dan Facebook Fan Page: Soya Dukung Generasi Maju.

Pastikan jangan terlewat acara edukatif dan informatifnya seputar alergi anak, ya Bunda.

***

Saya sendiri, sebagai Bunda yang memiliki anak alergi protein susu sapi, sangat terbantu dengan adanya Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju.


Walau dulu Kifah alergi terhadap protein susu sapi, sekarang Kifah siap jadi Generasi Maju


Saya merasa tidak sendirian, dan mendapatkan support untuk terus mendukung si kecil jadi generasi maju walau dengan segala 'kekurangan' yang ada pada diri mereka.

Apakah si kecil di rumah memiliki alergi protein susu sapi juga, Bund? Sharing yuk di kolom komentar.




Berbagai Resep Jus Sehat yang Bisa Mama Buat Selama Di Rumah Aja


Buah-buahan adalah salah satu sumber vitamin dan nutrisi yang penting bagi tubuh. Ada banyak sekali  manfaat buah-buahan bila dikonsumsi dengan porsi yang tepat, beberapa diantaranya seperti menurunkan berat badan, sumber antioksidan, mencegah penyakit tertentu, sebagai sumber vitamin dan lain sebagainya.

Pokoknya, bagi Mama yang punya kesibukan dan jadwal yang padat. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan membuat jus buah-buahan, membut jus kegemaran dengan juicer atau blender. Lihat rekomendasi juicer lainnya di sini.

Masalahnya, dalam menikmati   jus favorit, dibutuhkan berbagai bahan tambahan lain agar nutrisi
dan manfaat buah menjadi lebih maksimal untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Mama tidak usah khawatir!

Di artikel ini akan dibahas mengenai berbagai jenis resep buah, kandungan jus serta manfaat jus yang bisa Mama buat sebagai referensi jus favorit selama di rumah aja.

1. Jus Stroberi Susu (2 porsi)



Bahan-bahan:

- 20 buah stroberi
- 500 ml susu UHT atau Full Cream
- Es Batu (secukupnya)
- 2 sendok makan gula pasir

Cara membuat:

1. Cuci bersih stroberi, kemudian rendam dengan air matang. Setelah itu potong stroberi dengan ukuran kecil.

2. Masukkan es batu ke dalam juicer atau blender, jangan lupa dengan menambahkan 2 sendok makan gula pasir dan susu cair.

3. Blend semua bahan hingga tercampur rata, tuang ke dalam gelas dan siap disajikan.

Kandungan dan Manfaat

Stroberi dikenal memiliki kandungan Vitamin C, antioksidan, senyawa tumbuhan dan mangan.

Sedangkan manfaat dari jus stroberi pada umumnya adalah dapat menjadi detox yang dapat membersihkan tubuh dari berbagai racun, menjaga kesehatan jantung, memperkuat daya tahan
tubuh, dan mencegah penuaan dini pada kulit.

2. Jus Sayur Bayam (1 Porsi)


Bahan-bahan:

- 2 genggam bayam
- ½ buah apel (kiwi, timun, atau buah lain yang disukai)
- 1 sendok makan perasan air jeruk nipis
- ½ sendok makan madu
- 200 ml air
- 2 iris potongan nanas (optional)

Cara membuat:

1. Cuci semua bahan yang sudah disiapkan. Setelah itu masukan bahan-bahan tersebut ke dalam blender kecuali madu.

2. Blender 2 detik dan kemudian berhenti selama 3 detik. Ini dilakukan supaya menghindari oksidasi yang
berakibat pada berkurang dan bahkan hilangnya kandungan nutrisi olahan buah. Lakukan hal ini sampai bahan menjadi halus.

3. Bila Mama suka, saring hasil jus tersebut. Apabila Mamanrasa masih kurang serat, Mama dapat langsung menuangkannya ke dalam gelas.


4. Tambahkan madu dan aduk hingga merata.

Kandungan dan Manfaat

Biasanya jus sayur bersifat langu atau beraroma tidak sedap saat diminum. Dengan adanya sedikit tambahan buah dan jeruk nipis, maka akan mengurangi adanya bau tidak sedap pada jus, apalagi saat diminum.

Ada berbagai kandungan yang baik pada bayam, yakni adanya Vitamin A yang berfungsi sebagai penambah kesehatan mata, Vitamin C yang berfungsi sebagai penambah kekebalan tubuh. Juga adanya serat dan mineral yang baik untuk menurunkun resiko penyakit kardiovaskuler.

Manfaat dari mengkonsumsi jus bayam pada umumnya adalah sebagai penurun berat badan
dan peningkat imun pada tubuh.


3. Jus Tomat Segar (1 Porsi)



Bahan-bahan:

- 3 buah tomat
- 2 batang seledri
- 2 sendok makan jeruk nipis
- 1 sendok makan madu (sesuai selera)
- Air matang secukupnya
- Es batu

Cara membuat:

1. Cuci bersih tomat lalu rebus kurang lebih selama 4 menit

2. Siapkan juicer atau blender, masukan seledri dan tomat. Setelah itu tambahkan air dan 2 sendok makan jeruk nipis

3. Tambahkan air matang dan biarkan sampai lembut

4. Taruh jus di dalam gelas

5. Tuangkan madu di atas tomat dan es batu secukupnya.


Kandungan dan Manfaat

Ada banyak kandungan yang baik dalam buah tomat. Beberapa di antaranya seperti kandungan Potasium yang baik bagi sistem elektrolit dalam tubuh.

Di samping itu ada Likopen yang dianggap sebagai antioksidan yang baik bagi tubuh, serta adanya Vitamin C yang dianggap mampu menambah sistem imunitas tubuh.

Sedangkan manfaat dari mengkonsumsi jus tomat
adalah dapat mengatur sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, dan sebagai detoksifikasi
racun yang ada di dalam tubuh.


Selamat mencoba yaaa :D