Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Dompet Dhuafa. Tampilkan semua postingan

Dengan Rp.10.000 Kamu Sudah Bisa berwakaf di sini! #Wakaferse

 

“Eh, wakaf, yuk!”

“Wakaf? Wakaf kan, buat orang tua, paling buat bikin masjid, sekolah, sama makam. Anak muda sih, cukup sedekah dan bayar zakat aja kali, ye”

 

Begitu lah kira-kira sebuah percakapan para generasi muda yang masih segar bugar ketika membicarakan soal wakaf. Menurut Bu Sulistiqomah (Dompet Dhuafa) literasi wakaf di Indonesia masih sangat kurang, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih terhadap generasi muda terkait wakaf.  Wakaf masih dianggap bagian ibadah generasi yang sudah sepuh saja, dan programnya pun itu-itu saja. Padahal wakaf itu memiliki pahala mengalir abadi sampai yaumil akhirat, lho!

 

Mengapa Wakaf?


Wakaf adalah salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan, terutama pahala yang akan mengalir kepada pewakaf walau walau pun sudah meninggal dunia. Maka dari itu, jika kita menginginkan ibadah yang memberi manfaat di dunia dan pahala mengalir abadi sampai ke akhirat akhirat, sungguh wakaf adalah ibadah yang bisa jalan dari itu semua.

 

Secara Bahasa, wakaf (waqafa) artinya menahan, diam, berhenti, diam di tempat, atau tetap berdiri. Sedangkan Mahzab Syafi’i mendefinisikan wakaf adalah : “tidak melakukan suatu tindakan atas suatu benda, yang berstatus sebagai milik Allah SWT, dengan menyedekahkan manfaatnya kepada suatu kebajikan (sosial)”.

 

Secara sederhana, harta yang kita wakafkan akan terus bisa menghasilkan ‘buah’ manfaat untuk umat jika dikelola dengan benar, atau dikenal sebagai wakaf produktif.

 

Pernah mendengar sedekah sumur Raumah? Yakni sumur yang diwakafkan oleh Khalifah Utsman bin Affan. Khalifah Utsman bin Affan membeli sumur dari seorang Yahudi seharga 8.000 dirham. Kemudian sumur tersebut dimiliki secara penuh oleh Khalifah Utsman bin Affan.


Sumur tersebut diwakafkan kepada umat, sehingga umat Islam bebas mengambil air dari sumur ini kapanpun mereka butuh. Kemudian sumur tersebut dikenal dengan nama sumur Raumah.

 

Sumur yang diwakafkan oleh Khalifah Utsman bin Affan ini tetap ada hingga sekarang, namun manfaat air dari sumur tersebut tetap dirasakan oleh umat yang ada di sekitar sumur tersebut bahkan hingga detik ini. Padahal sumur tersebut dibeli sejak 1400 tahun yang lalu, Masya Allah.

 

Potensi Wakaf di Indonesia

 

Menurut data yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa, Indonesia ternyata memiliki banyak potensi wakaf yang bisa dioptimalkan. Tentunya karena jumlah penduduk Indonesia yang sebagian besar umat muslim ini bisa menjadi sumber kekuatan wakaf yang besar. Seperti yang saya katakana sebelumnya, wakaf yang produktif bisa menjadi solusi untuk berbagai permasalah umat, karena wakaf menghasilkan banyak manfaat selama dikelola dengan baik.

 

Jika dilihat dari data statistik daya beli masyarakat, tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merata. Seperti Istilah para kritikus, ‘yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin’ sehingga roda ekonomi hanya berputar pada golongan tertentu saja, sedangkan rakyat yang berada di lapisan terbawah tidak merasakan manfaatnya.

 

Maka dari itu, melihat ketidak merataan tingkat kesejahteraan/ekonomi di Indonesia, wakaf seharusnya bisa mengambil peran untuk menjadi jembatan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia.

 

Wakaferse (Wakaf Universe) Dompet Dhuafa sebagai Solusi

 

Wakaferse (Wakaf Universe atau Semesta Berwakaf)


Senin, 30 Oktober 2022 lalu, saya berkunjung ke Zona Madina di Kawasan Parung Bogor, Jawa Barat. Ternyata, Kawasan Zona Madina ini merupakan tanah wakaf yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Di Kawasan Zona Madina yang saya kunjungi ternyata banyak sekali wakaf produktif yang digunakan untuk kepentingan umat seperti Rumah  Sehat Terpadu (Kesehatan), Sekolah Smart Ekselensia Kampus Budi Bakti (Pendidikan), Masjid Al-Madinah, Rumah UMKM, dan masih banyak lagi (nanti akan saya post foto-fotonya, yaa).

 

Ibu Etika Setiawati (Direktur Mobilisasi dan Sumber Daya Dompet Dhuafa), Ustaz Syafi'ie El Bantanie (Praktisi Wakaf Dompet Dhuafa), Ibu Sulistiqomah (SO Retail Fundraising Wakaf), Dini Andromeda (Master of Ceremony)


Program Wakaferse (wakaf universe) dari Dompet Dhuafa adalah program semesta berwakaf yang mengusung gagasan bahwa semua orang bisa berwakaf. Bukan hanya orang tua, orang kaya, golongan tertentu saja yang bisa berwakaf. Namun kita semua pun bisa berwakaf tanpa memandang status ekonomi, sosial, dan sebagainya.

 

Wakaferse adalah sebuah makna dalam menguniversalkan gerakan wakaf di dunia ini. ebuah gerakan semesta berwakaf untuk mendorong “inisiatif” wakaf masyarakat seluas-luasnya, terutama wakaf uang.


Wakaferse juga bermakna, bahwa wakaf merupakan ikhtiar mewujudkan asset sosial di seluruh sendi kehidupan masyarakat. Wakaf adalah instrumen penyejahteraan yang rahmatan lilalamiin.


Melalui dana wakaf dari program Wakaferse ini, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat pada umumnya, serta khususnya pada dhuafa.

 

Melalui penggalangan Wakaf Uang dan instrumen wakaf lainnya, Dompet Dhuafa berusaha semaksimal mungkin menjadi Nadzir Wakaf (badan pengelola dana wakaf) yang produktif, profesional, dan amanah.

 

Dompet Dhuafa ingin mengajak semua lapisan masyarakat tanpa batasan apapun untuk ikut Gerakan berwakaf, karena wakaf adalah salah satu ibadah yang memiliki banyak manfaat untuk umat dan sebagai investasi pahala di yaumil hisab nanti.

 

 

Yuk, Jalan-Jalan ke Zona Madina

 



Jika kamu sedang berjalan-jalan atau tidak sengaja melewati Jalan Raya Parung Bogor, jangan lupa untuk mampir ke Zona Madina, ya!


Zona Madina ini adalah salah satu kawasan yang terintegrasi untuk memberdayakan umat dari berbagai sisi. Seperti dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan lainnya. Zona Madina merupakan ‘miniatur’ bagaimana kekuatan wakaf menjadi pendorong geliat kehidupan masyarakat Indonesia yang berdaya dan saling memberdayakan.


Wilayah yang dibangun kurang lebih seluas 6 hektare ini merupakan tanah wakaf dari para donatur Dompet Dhuafa. Terdapat Rumah Sakit (Rumah Sehat Terpadu) Dompet Dhuafa, Mesjid Al-Madinah, Sekolah Smart Ekselensia Indonesia, Kampus Budi Bakti, Mini Market Daya Mart, Pusat Kuliner Teras Madina dan Madaya Coffee. 


Terdapat pula rumah pemberdayaan, penginapan, Madina Zoo, play ground, green house, ruko yang menjual produk-produk pemberdayaan dari Dompet Dhuafa dari sektor perkebunan dan pertanian, dan lainnya.

 

Produk pemberdayaan Dompet Dhuafa yang merupakan hasil pendampingan petani Indoensia




Saya mengenal daerah Parung Bogor sejak kecil, saya tidak menyangka akan ada suatu tempat yang sangat terasa suasana masyarakat muslim yang Islami. Karena dulu memang daerah ini terkenal dengan pusat ‘lokalisasi’.

 

Terdapat masjid dan tempat perekenomonian yang dikelola oleh dana umat dan kembali ke umat. Hal ini mengingatkan saya kepada kisah Rosulullah SAW yang hijrah ke kota Madinah, dua hal penting yang pertama kali dibangun oleh beliau adalah masjid dan juga pasar.


Hal ini menggambarkan bahwa ibadah kepada Allah SWT dan muamalah adalah pilar-pilar yang bisa membangun peradaban umat. Saya rasa, Zona Madina ini dibangun dengan spirit yang sama ketika Rosulullah SAW, kaum muhajirin, dan kaum anshor membangun kota Madinah sekaligus peradaban muslim yang rahmatan lil ‘alamiin.

 

 

1. Masjid Al-Madinah



Merupakan salah satu icon di Zona Madina yang merupakan pusat dakwah Islam di Kawasan Zona Madina, Parung Bogor. Program-program di Masjid Al-Madinah berbasis pemberdayaan umat, salah satunya adalah pengentasan buta huruf Al-Qur’an melalui program FHQ (Forum Halaqah Qur’an) Al-Madinah yang kini sudah berhasil membelajarkan 500 lebih santri untuk belajar tahsin dan ilmu Al-Qur’an lainnya.

 

2. Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa




Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa merupakan Rumah Sakit yang awalnya digagas untuk membantu kaum dhuafa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan Kesehatan. Sebelum adanya BPJS, biaya operasional Rumah Sehat Terpadu ini benar-benar ‘dibebankan’ kepada dana umat (ZIS). Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien dhuafa maupun pasien umum, dokter dan perawat serta tenaga medis lainnya pun bekerja secara profesional.

 

3. Sekolah Smart Ekselensia Indonesia


Hamka dan Jalal adalah anak-anak pilihan yang mendapatkan beasiswa penuh dari Dompet Dhuafa.
 Kebetulan Jalal ini ternyata satu daerah dengan kampung halaman saya, yakni di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.


Sekolah Smart Ekselensia Indonesia merupakan sekolah akselerasi yang digagas oleh Dompet Dhuafa agar kaum dhuafa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata tetap bisa mengenyam Pendidikan  yang berkualitas. Smart Ekselensia ini dimulai dari jenjang SMP-SMA (Kelas Akselerasi) dengan sistem asrama yang terletak di Zona Madina Parung Bogor. Anak-anak yang bersekolah di Smart Ekselensia merupakan anak dari keluarga Dhuafa dari seluruh pelosok Indonesia.

 

Tim Dompet Dhuafa mencari anak-anak dhuafa yang berprestasi hingga ke daerah yang jauh dari perkotaan. Mereka semau dibimbing dan dibina bukan hanya secara akademik, namun mereka juga menjadi penghafal Al-Qur’an.

 

Sudah banyak sekali prestasi yang ditorehkan oleh para siswa Smart Ekselensia Indonesia dari berbagai bidang, seperti akademik, olah raga, keagamaan, kreativitas, dan masih banyak lagi.

 

4. Kampus Budi Bakti




Salah satu yang belum lama ini hadir di Zona Madina adalah Kampus Budi Bakti. Kampus ini terletak persis di belakang masjid Al-Madinah Dompet Dhuafa. Kampus ini juga diperuntukkan bagi kaum dhuafa atau kaum yang termarginalkan agar tetap bisa mengakses pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Program Studi yang dibuka oleh Kampus Budi Bakti ini adalah Program Studi Manajemen.

 

5. Rumah Pemberdayaan UMKM

Para UMKM bisa belajar di sini, salah satunya cara membuat dan mendesain kemasan produk


Salah satu hal yang saya ingat ketika mendengar kata Dompet Dhuafa adalah pemberdayaan. Sejak dulu, Dompet Dhuafa selalu concern dengan pemberdayaan Masyarakat menengah ke bawah atau kaum dhuafa. Pemberdayaan yang dilakukan biasanya kepada peternak, petani, nelayan, dan wirausahawan.

 

Di Zona Madina ini, ada sebuah tempat yang dinamakan Rumah Pemberdayaan UMKM, dimana di rumah tersebut, para pelaku UMKM diberikan pelatihan dan pendampingan untuk terus mengembangkan usaha mereka. Salah satunya pembuatan kemasan produk agar menarik di mata konsumen dan sesuai dengan standarisasi produk pangan.

 

6. Teras Madina dan Madaya Coffee


Coffee Shop yang rasa kopinya enak dan tempatnya cozy


Zona Madina juga membuka pusat kuliner di Kawasan Zona Madina, lho. Tentu saja, produk di sini merupakan produk pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Di Madaya Coffee contohnya, biji kopi yang digunakan sebagai bahan baku merupakan biji kopi hasil pemberdayaan petani kopi Dompet Dhuafa.


Kita bisa menikmati berbagai kuliner Indonesia di sini dengan harga yang cukup terjangkau


Kopinya enakkkk 


Begitu pun dengan Teras Madina yang menyediakan berbagai kuliner khas Indonesia, seperti soto, sate, gado-gado, tongseng, dan masakan Indonesia lainnya. Para penyewa kedai di Teras Madina ini merupakan masyarakat sekitar yang diberi pendampingan dan pelatihan seputar kuliner Indonesia. Mereka juga diperbolehkan membuka kedai mereka di Teras Madina tanpa biaya sewa.

 

7. Madina Zoo, Play Ground, Penginapan, Green House Melon



Zona Madina digagas untuk menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat yang mampu saling memberdayakan satu sama lain karena manfaat wakaf produktif yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Oleh karena itu, di Kawasan Zona Madina ini juga terdapat beragam aktivitas yang bisa dinikmati oleh Masyarakat dan juga bisa menghasilkan nilai ekonomi.

 



Mini Zoo merupakan salah satu tempat yang bisa digunakan untuk wisata edukasi anak-anak, ada juga play ground yang bisa dinikmati oleh anak-anak yang beraktivitas di Zona Madina. Selain itu terdapat Green House Melon yang merupakan sebuah tempat budi daya Melon yang juga bisa menghasilkan rupiah ketika masa panen tiba.

 

Terdapat penginapan cantik berbentuk rumah kayu yang bisa disewa oleh pengunjung dengan harga yang relatif terjangkau.

 

 

Bagaimana Caranya Bergabung dalam Program Wakaferse bersama Dompet Dhuafa?

 

Berawakaf sangat mudah sekali


Pahala mengalir abadi dengam berwakaf mulai dari 10.000 rupiah saja! Yaps, hanya dengan 10.000 rupiah, harga secangkir kopi, semangkok bakso, atau seharga sebungkus roti yang biasa kita beli.


Dompet Dhuafa menggagas program yang cemerlang bernama Wakaferse ini dengan tujuan untuk mengajak semua kalangan untuk ikut berwakaf uang. Kayaknya kalau cuma 10.000 rupiah, ga ada alasan untuk menolak berwakaf ya, hehehe. Apalagi manfaatnya terasa di dunia, dan pahalanya mengalir abadi hingga ke akhirat.

 

Kita bisa berwakaf pada tautan https://donasi.dompetdhuafa.org/wakaferse/ mulai dari 10.000 rupiah saja. Kita bisa berwakaf pada program DD Farm, wakaf Green House, wakaf kebun buah, wakaf masjid, wakaf sumur, dan wakaf produktif lainnya.

 

Selain itu, yuk kita mengajak saudara, keluarga, teman, sahabat kita untuk ikut berwakaf dalam program Wakaferse Dompet Dhuafa, agar segala cita-cita kita memberdayakan umat lekas terwujud.

 

Sejak tahun 1993, Dompet Dhuafa berkomitmen menjadi sebuah Lembaga zakat yang terus berkembang, bertanggung jawab, dan transparan dalam mengelola dana umat. Salah satunya adalah menjadi Nadzir (pengelola dana wakaf) agar dana wakaf benar-benar bisa dimanfaatkan dan dirasakan manisnya oleh kaum dhuafa di Indonesia.

 

Jangan sia-siakan kesempatan untuk berwakaf dan meneruskan kebaikan yang bisa kita lakukan di dunia ini, dan mendapatkan pahala yang mengalir abadi di akhirat kelak.

 

Bagaimana pendapat kamu tentang program wakaf produktif Dompet Dhuafa ini? Siapkah kamu bergabung dalam program Wakaferse yang bisa dimulai dengan 10.000 rupiah saja?

 

Let me know your thought on the comment section below, ya!


30 Hari Jadi Manfaat dengan Program Ramadan Connecting Mama

 

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7).


Ramadan 1443

Alhamdulillah, malam ini, tepat malam ke-29 Ramadan 1443 Hijriyah atau bertepatan dengan 30 April 2022. Saya merasa bersyukur dipertemukan dengan bulan Ramadan tahun ini. Karena do’a kita setiap dipenghujung Ramadan pasti sama, semoga kita dipertemukan pada bulan Ramadan berikutnya.

 

Namun, belakangan ini saya sering berfikir tentang tujuan hidup dan bekal saya pulang nanti. Jika Ramadan ini adalah Ramadan terakhir saya? Apa yang harus saya lakukan?

 

Usia 30 tahun

Tahun ini, tepatnya bulan Mei nanti, usia saya menginjak 32 tahun. Usia yang cukup ‘mendebarkan’ penuh tantangan, dan penuh evaluasi. Dimana saya selalu mengingat Hadits Rosulullah SAW, ‘Usia umatku berkisar antara 60 tahun’ Dari sana saya Kembali berfikir, tahun ini usia saya sudah ‘separuh perjalanan’ sebagai manusia di bumi Allah SWT ini.




Menurut beberapa penelitian, di usia 30 tahun, setiap orang memang Kembali mencari ‘jati diri’ sesungguhnya. Mau dibawa kemana hidup kita? Dan katanya, usia 30 tahun ini adalah usia puncak sebagai manusia. Puncak karir, puncak kesuksesan, puncak kemandirian, dan puncak pencapaian lainnya.

 

Insecure menjadi Ibu Rumah Tangga

Bicara soal puncak kesuksesan atau karir seseorang diusia 30 ini, saya Kembali menengok ke dalam diri saya sendiri.

Saya ini seorang ibu rumah tangga biasa, jika dibandingkan dengan rekan saya, saya seperti ketinggalan jauh. Terkadang, tentunya saya merasa insecure atau rendah diri, karena merasa diri saya tertinggal dalam urusan dunia, karir, dan materi.

Namun, ups!

Hati saya bersuara, “Apa benar yang dikejar di dunia ini hanyalah materi dan karir semata?”

“Bukankah Allah SWT dan Rasulullah SAW mengatakan, bahwa manusia tidak dilihat dari harta, tahta, dan jabatannya? Bukankan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?”

 


Walau hanya seorang ibu rumah tangga, tentunya banyak hal yang bisa saya lakukan untuk berbuat baik. Bukankah berbuat baik tak perlu menunggu kaya? Tak perlu menunggu banyak koneksi? Tak perlu dengan karir yang tinggi?

 

Maka dari itu, saya yakinkan diri untuk selalu bergerak untuk kebaikan. Sekecil apapun itu, saya harus tetap bergerak, apalagi menyambut 30 hari bulan suci Ramadan, bulan suci ini harus menjadi 30 hari jadi manfaat, untuk saya meraih pahala, kebaikan, serta menebar manfaat, Insya Allah.

 

Program Ramadan Connecting Mama




Diusia 30, dengan berbagai kontemplasi, akhirnya saya merencakan program Ramadan Bersama rekan-rekan penggerak dan anggota Komunitas Mama Digital Connecting Mama (Komunitas Mama yang saya dirikan bersama teman-teman untuk mewadahi ibu rumah tangga khususnya agar tetap bisa berdaya dan produktif) untuk mengadakan program Ramadan selama 30 hari.

 

Tujuannya adalah agar saya dan juga komunitas bisa bersama-sama bergerak (secara berjamaah) meraih banyak kebaikan di bulan suci Ramadan tahun ini, dan tentunya memberikan manfaat bagi para anggota komunitas. Karena saya yakin, sebuah kebaikan yang dilakukan secara berjamaah akan lebih baik hasilnya ketimbang dilakukan secara sendiri-sendiri.

 

ODOJ (One Day One Juz) selama 30 Hari




Program Ramadan Connecting Mama memang agak berbeda dari komunitas Mama lainnya. Di bulan Ramadan kali ini, kami fokus untuk meningkatkan ibadah dan tsaqofah islamiyah, salah satunya dengan membaca dan belajar ilmu Al-Qur’an.

Program ODOJ ini bukan tanpa tantangan, karena beberapa peserta ada yang sudah terbiasa dan belum terbiasa untuk bertilawah satu juz per hari. Namun, setiap anggota saling menyemangati dan memberikan support. Jika belum terbiasa satu juz perhari, maka diperbolehkan berapapun semampunya untuk membaca Al-Qur’an secara konsisten.

 

Kajian Online




Selain belajar konsisten membaca Al-Qur’an setiap hari, kami pun mengkaji Al-Qur’an secara online. Dengan materi Tafsir, Tahsin, dan Tahfidz Al-Qur’an. Kami menyadari, sebagai ibu rumah tangga, dengan banyaknya aktivitas di rumah, membuat para ibu rumah tangga tidak memiliki waktu atau kurang terfasilitasi untuk Kembali belajar mengkaji Al-Qur’an.


Kajian pertama yang kami lakukan adalah memaknai perintah ibadah shaum yang ada di dalam Al-Qur’an dan bagaimana kita menjalani dengan seharusnya. Kajian kedua, kami belajar mengenai Tahsin, yakni belajar bagaimana mengaji/membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kajian ketiga, kami bersama salah satu ustazah dari Pondok Qur’an, belajar bagaimana cara menghafal Al-Qur’an bagi ibu rumah tangga.

 

Berbagi Takjil




Selain melakukan ODOJ selama 30 hari, saya bersama tim penggerak dan anggota komunitas Connecting Mama juga berbagi Takjil dengan menyisihkan Sebagian rezeki yang dimiliki. Alhamdulillah, program berbagi Takjil untuk mereka yang membutuhkan, terlaksana dengan baik di penghujung Ramadan 1443 Hijriyah kali ini.



 



“Loh, cuma gitu, doang?”

Ya, sekilas saya berfikir, rasanya hanya itu yang bisa saya dan komunitas lakukan, sebuah gerakan yang sangat kecil dan sepele saja. Namun, rasanya, gerakan ini telah mengisi hari-hari dengan kebaikan, dan kebermanfaatan. Karena saya dan komunitas bersama-sama saling support untuk menambah ibadah di bulan suci Ramadan kali ini, dan saling menjadi pengingat untuk berbuat baik.

 

Ada salah satu testimoni dari anggota komunitas Connecting Mama yang mengikuti Program Ramadan kali ini.


“Alhamdulillaaah, sharing sedikit, ya aku tadi pagi terharu,happy, bengong ga percaya, udah masuk juz 29 padahal puluhan tahun ngaji mana pernah aku khatam selama sebulan.

Syukrooon untuk Connecting Mama yang telah bersusah payah memfasilitasi, ini momen paling the best buatku seumur hidup sih, barakallaaah” Tanti Amelia.



Jujur, ungkapan ini membuat saya secara pribadi sangat terharu. Gerakan yang sangat kecil ini ternyata bermanfaat untuk orang lain. Selama satu bulan ini ternyata ada hal yang sangat manis, menjadi 30 hari jadi manfaat untuk saya dan semuanya.

 

Ah, rasanya saya ingin meneteskan air mata, malam ini adalah malam terakhir shalat tarawih, dan besok menjadi sahur dan shaum terakhir di Ramadan 1443 H ini. Namun, alhamdulillah ternyata ada hal berbeda yang saya lakukan di bulan suci kali ini, dan mudah-mudahan menjadi semangat untuk selalu melakukan kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain di bulan-bulan selanjutnya.

 

30 Hari Jadi Manfaat Bersama Dompet Dhuafa




Jujur, saya terinspirasi untuk selalu berbuat kebaikan sekecil apapun, berkat Dompet Dhuafa. Sejak SMA (2005) saya mengenal Dompet Dhuafa sebagai Lembaga kemanusiaan yang selalu sigap bergerak demi memberdayakan para kaum Dhuafa.


Jika kita melihat dari sejarah Dompet Dhuafa sendiri, awal berdirinya adalah sebagai sebuah Lembaga zakat para karyawan kantor saja. Dan tidak disangka, dari sesuatu yang terlihat kecil, sekarang berdampak besar bagi banyak orang.


Dompet Dhuafa sendiri, sekarang sudah menjadi Lembaga Zakat yang besar dengan banyak program pemberdayaan dibidang Kesehatan, ekonomi, Pendidikan, sosial, dakwah, pertanian dan juga budaya. Dompet Dhuafa konsisten memberdayakan kaum dhuafa melalui dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf para muzzaki yang mempercayakan sebagian hartanya untuk dikelola untuk membangun umat, khususnya para dhuafa.

30 hari jadi manfaat ini merupakan program yang digagas oleh Dompet Dhuafa untuk mengajak kita menebar kebaikan dan manfaat sebanyak-banyaknya, selama 30 hari di bulan Ramadan.

Tentunya, saya sangat mengapresiasi sekali program ini dan tentunya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk sama-sama berbuat kebaikan, agar 30 hari bulan Ramadan kita benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia begitu saja.


Beberapa Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa

 

Pendidikan




Dompet Dhuafa melakukan permberdayaan lewat pendidikan dan pelatihan bagi kaum dhuafa dan keluarga pra sejahtera. Karena Dompet Dhuafa berkeyakinan, bahwa salah satu pemutus mata rantai kemiskinan adalah dengan pendidikan.


Program Dakwah dan Budaya




Program dakwah ini bertujuan untuk menjadikan Islam sebagai agama rahmatan lil'alamiin yang bisa diterima oleh semua kalangan dan masyarakat. Dan bagi masyarakat muslim sendiri, program dakwah dan budaya ini menjadikan pemahaman masyarakat muslim terhadap agama Islam menjadi semakin baik. 

 

Ekonomi




Dompet Dhuafa meyakini bahwa ekonomi adalah sebuah kekuatan yang bisa mengubah masyarakat. Dimana Dompet Dhuafa bercita-cita agar para mustahik yang diberdayakan secara ekonomi, suatu saat akan menjadi muzzaki. Mereka mampu membangun usaha dan menjadi berdaya, sehingga bisa membantu kaum dhuafa lainnya, dan membangun masyarakat yang sejahtera.

(Sumber: https://www.dompetdhuafa.org/)


Masih banyak lagi program Dompet Dhuafa lainnya yang menginspirasi saya untuk terus menerus menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

 

Jangan insecure menjadi diri sendiri, dengan profesi apapun kita saat ini. Jangan menunggu sempurna untuk selalu bergerak menebar kebaikan. Bisa jadi, hal yang terlihat sepele bagi kita, sangat berarti bagi orang lain. Dan hal terpenting lainnya adalah bagaimana kita mengumpulkan bekal untuk pulang nanti.



***




“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jadi Manfaat yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Yuk, Kita Sedekah Daging! Biar Semua Orang Bisa Makan Daging di Idul Adha Tahun Ini




"Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus" Q.S Al-Kautsar 1-3

Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah 1441 Hijriyah. Yakni salah satu bulan penting bagi umat islam, karena di dalamnya terdapat ibadah yang besar, yakni pelaksanaan ibadah haji dan hari raya qurban.

Menurut tafsir surat Al-Kautsar di atas, salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT adalah dengan shalat dan berqurban. Imam Qatadah mengatakan bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban di hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu moment ibadah pembersihan jiwa dan ibadah sosial

Memotong hewan qurban merupakan salah satu ibadah yang utama. Umat islam diperintahkan berqurban hanya karena Allah SWT, bukan seperti umat-umat terdahulu, yakni menyembelih hewan bukan karena Allah SWT, namun sebagai persembahan untuk berhala dan lainnya.

Namun, tidak semua orang bisa berqurban. Karena ibadah qurban dilakukan dengan cara menyembelih hewan ternak, dan tidak semua orang mampu membeli hewan ternak tersebut.

Menurut data IDEAS ( Indonesia Development Islamic Studies) Dompet Dhuafa, masih banyak masyarakat yang belum mampu merasakan daging qurban, terutama masyarakat yang berada di luar Jakarta. Hal ini semata karena keterbatasan ekonomi.

Semenjak Pandemi Covid 19 menghantam dunia termasuk Indonesian. Banyak sekali orang yang kehilangan mata pencaharian. Mereka kesulitan mencari nafkah karena pandemi ini masih berlangsung. Bahkan kalangan menengah pun ikut terkena imbasnya, PHK dan bisnis yang gulung tikar terjadi dimana-mana.

Ditengah ujian Pandemi Covid-19 ini, tentunya masih ada #OrangBaik yang ingin membantu masyarakat lainnya, apalagi kaum dhuafa, merayakan hari raya Idul Adha dengan menikmati daging hewan qurban.

Maka dari itu, Dompet Dhuafa berinisiasi melakukan penggalangan dana yang bernama "Sedekah Daging"


Apa itu Sedekah Daging?


Sedekah daging adalah sedekah daging kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha.
Dimulai dengan donasi/sedekah senilai Rp100.000 maka kita sudah dapat berpartisipasi dalam program ini. 

Donasi yang terkumpul akan dikonversi menjadi hewan kurban yang disalurkan ke pelosok nusantara.


Niat, Akad, dan Dalil Sedekah Daging

Sesuai dengan namanya, sedekah daging adalah amalan/ibadah sedekah, bukan qurban. Walaupun nanti, sedekah tersebut akan dikonversi menjadi hewan.

Niat dan akadnya pun adalah sedekah, bukan niat dan akad berqurban.


Amalan-amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhidjjah


Pada tafsir surat Al-Fajr, beberapa mufasir bersepakat bahwa 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang utama untuk melakukan amal kebaikan.

Jika di bulan Ramadhan, 10 hari terakhir adalah hari dilipatgandakannya amal perbuatan, berbeda dengan Bulan Dzulhijjah, 10 hari pertama lah yang paling utama, dan kita dianjurkan untuk mengisinya dengan ibadah dan amal perbuatan yang baik.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah sedekah.

Pada 10 hari awal bulan Dzulhidjjah, umat islam dianjurkan untuk banyak bersedekah, disamping memperbanyak amalan seperti shalat, puasa, dan bertaubat kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan, keikutsertaan kita dalam "Sedekah Daging" bersama Dompet Dhuafa, dicatat sebagai amalan atau ibadah dalam rangka memuliakan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Yuk kita Sedekah Daging sama-sama, saya sudah ikutan. Saatnya kamu ikutan juga yaa. Agar Idul Adha tahun ini kita bisa makan daging sama-sama, amiinnn, insya alloh.

Teman-teman bisa memberikan "Sedekah Daging" terbaik pada tautan berikut ini:

https://dmptdf.com/sedekahdaging


"Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya, Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (QS. At- Thalaq:7)


Sekilas Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga penyalur zakat, infaq, sodaqoh, dan juga wakaf yang sudah berdiri di Indonesia sejak 27 tahun yang lalu.

Berawal dari donasi yang dimuat di sebuah kolom di koran Republika, Dompet Dhuafa kini menjadi salah satu lembaga penyalur Ziswaf terpercaya di Indonesia.

Program pendampingan para dhuafa dari Dompet Dhuafa terdiri dari pendampingan di sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.

Dompet Dhuafa juga banyak menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri karena prestasinya sebagai lembaga penyalur Ziswaf yang mampu membangun masyarakat.

Salah satunya penghargaan dari Ramon Magsaysay Award (Internasional) di tahun 2016, yakni penghargaan kepada Dompet Dhuafa karena berperan dalam pengentasan kemiskinan.