Diberdayakan oleh Blogger.

Anak Kinestetik Baiknya diarahkan untuk Jadi Apa, ya?

 

culinary schools games kuliner untuk anak

 

Saya pernah bercerita di blog ini kalau saya adalah seorang yang memiliki dominasi gaya belajar secara kinestetik. Ya, seorang anak yang kinestetik biasanya terlihat sebagai anak aktif dan tidak bisa diam, hehehe.


Memang benar adanya, saya anak yang aktif secara fisik sejak kecil. Saya senang naik sepeda, berlarian, main kasti, badminton, jago lompat tali, bermain bola basket, bahkan pandai memanjat pohon. Sehingga sering disebut sebagai anak Perempuan yang tomboy atau bertingkah/berpakaian seperti anak laki-laki.

 

Awalnya saya pun kaget dan tidak percaya, karena saya kira gaya belajar adalah visual, karena saya sangat menyukai gambar, foto, desain, warna, dan hal-hal yang berbau visual. Namun ternyata itu bukan merupakan gaya belajar saya, ketertarikan tentang hal visual merupakan salah satu kecerdasan (minat/bakat) saya, sedangkan gaya belajar saya adalah kinestetik.


Duh, kenapa ngga tahu dari dulu, ya?


Baca Juga: Menemukan Kembali Diri Sendiri dengan Pindai Sidik Jari


Mungkin kalau saya tahu dari kecil, saya lebih bisa mengarahkan minat dan bakat serta memaksimalkan potensi saya sebagai anak yang menyenangi berbagai aktivitas fisik. Dan mungkin saat ini saya bisa memiliki aktivitas atau bahkan profesi yang berkaitan dengan hal-hal fisik atau olah tubuh.

 

Menurut Howard Gardner, kecerdasan kinestetik adalah kemampuan melakukan gerakan gerakan yang bagus seperti berlari, menari, membuat kerajinan tangan dan lain sebagainya. 


Seseorang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan memahami sesuatu dengan cara terlibat secara aktif pada suatu aktivitas. Kecerdasan ini memiliki pola yang telah ditentukan, seperti menari memiliki gerakan gerakan tertentu yang harus sesuai dengan makna atau tema tarian. Selain itu kecerdasan ini juga memiliki fleksibilitas dalam proses belajarnya, misalnya tim olahraga.

 

Tuh, kan? Sesuai banget dengan apa yang saya rasakan sejak kecil.

 

culinary schools games kuliner untuk anak

Tapi tidak ada kata terlambat bukan? Hikmah dari semuanya mungkin saya akan lebih mudah memahami dan mengarahkan minat dan bakat mereka untuk menjadi pribadi yang baik dan meraih apa yang mereka impikan sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang Allah SWT titipkan kepada mereka.


Jika kita memiliki anak yang dominan gaya belajarnya secara kinestetik, lalu profesi apa yang cocok untuknya di masa depan?

 

Karena saya pun penasaran dengan yang terjadi pada diri saya, maka beberapa waktu lalu, saya mencari berbagai informasi tentang profesi apa yang cocok dilakukan oleh anak yang memiliki modalitas belajar secara kinestetik?


Baca Juga: Pengalaman Pindai Sidik Jari Anak untuk Menemukan Minat dan Bakat


1. Menjadi Aktor, Seniman Teater, atau Penari

culinary schools games kuliner untuk anak


Bagi seorang anak kinestetik yang memiliki kepribadian sanguinis atau pun ekstrovert, menjadi seorang aktor atau aktris, bermain peran pada pertunjukan teater, atau menjadi seorang penari mungkin akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Karena ia akan bisa mengekspresikan minat dan bakat sesuai dengan kemampuan yang ia miliki. 


Orang yang memiliki kepribadian sanguinis atau ekstrovert juga akan mendapatkan energi ketika menjadi pusat perhatian atau pun berinteraksi dengan orang banyak.

 

2. Menjadi Atlet


culinary schools games kuliner untuk anak


Ketika saya berada di Sekolah Dasar dulu, saya sangat suka mata pelajaran olah raga, saya senang bermain kasti, badminton, dan lari. Hahaha saya senang sekali ketika guru olah raga meminta saya ikut lomba lari.


Ketika SMP pun saya ikut beberapa ekskul seperti bola basket dan paskibra, saya senang bermain bola basket karena memang saya suka bergerak dan mengatur strategi ketika bermain bersama teman-teman.


Sempat terbersit, “Apakah saya bisa menjadi atlet?” namun itu hanya lintasan pikiran belaka. Di era 90’an dulu, ketika saya SD, akses informasi tidak seluas sekarang, saya tidak tahu bagaimana seorang anak bisa menjadi atlet seperti Susi Susanti misalnya. Bagaimana bisa masuk ke pelatnas, dan mengembangkan karir menjadi seorang atlet rasanya saya tidak memiliki gambaran sama sekali pada saat itu.

 

 

3. Kuliah di Jurusan Teknik

culinary schools games kuliner untuk anak


Hari ini banyak orang tua yang terobsesi agar anaknya masuk ke perguruan tinggi Teknik ternama di Indonesia, sayangnya banyak orang tua yang mungkin tidak terlalu paham bahwa setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda.


Namun bersyukurlah bagi orang tua yang bisa melihat minat dan bakat anaknya terutama yang memiliki modalitas belajar secara kinestetik, ditambah memiliki kecerdasan logis matematis dan analitis yang baik.

 

Dua modal utama ini tentu akan menjadi senjata yang bisa digunakan untuk belajar di jurusan Teknik. Anak yang memiliki modalitas belajar kinestetik biasanya sangat senang bergerak, bereksplorasi, dan bereksperimen. Sangat cocok jika belajar pada bidang Teknik seperti Teknik metalurgi, pertambangan, elektro, mesin, arsitektur, dll. Karena biasanya perpaduan antara kecerdasan kinestetik dan logis matematis yang tinggi.


Dam bonusnya, konon katanya orang yang berprofesi dibidang Teknik ini memiliki salary yang tinggi, ya. Hmmmm.

 

Jadi inget deh, waktu kecil saya pernah merusak motor bapak dan mengambil salah satu bagian dari motor tersebut menjadi wajan kecil untuk masak-masakan, wkwkwkw. Dan saya juga senang punya Tamiya (yang nota bene mainan anak laki-laki) untuk saya bongkar kemudian saya rakit kembali.

 

4. Menjadi Tour Guide/Traveler

culinary schools games kuliner untuk anak


Anak yang memiliki modalitas belajar kinestetik sering sekali diberikan label anak nakal karena tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu yang lama di dalam satu ruangan. Yaps, itu pun yang saya rasakan sejak kecil hingga saat ini. Rasanya ingin sekali berjalan-jalan dan bergerak ke luar ruangan ketika sudah lama merasa ‘terkurung’ di antara dinding-dinding.


Menjadi Tour Guide adalah salah satu pilihan profesi seorang anak yang memiliki modalitas belajar kinestetik sekaligus suka dengan tantangan, petualangan dan kegiatan eksplorasi. Menjadi tour guide juga bisa membuka peluang untuk menjadi seorang pebisnis dalam usaha tour and travel, lho, Ma. Bisa juga memiliki usaha biro perjalanan haji dan umroh.


Selain itu, di era digital seperti sekarang ini, kemampuan kita untuk mengeksplorasi dunia ini bisa menjadikan kita seorang travel blogger atau pun travel vlogger. Dimana selain bisa memenuhi segala minat dan bakat yang dimiliki, sekaligus bisa mengisi pundi-pundi rupiah lewat media sosial.


Siapa sih, yang ngga  tahu profesi content creator sekarang ini? Bahkan orang-orang berlomba untuk menjadi content creator diberbagai platform media sosial yang ada.

 

Baca Juga: 25+ Tips Menjadi Travel Blogger ala Marischka Prudence


5. Menjadi Chef (Juru Masak)

culinary schools games kuliner untuk anak

Jadi juru masak? Duh, kalau zaman dulu, sih masih awam, ya. Masyarakat kita dengan profesi yang satu ini. Lapangan pekerjaannya pun mungkin terbatas hanya di restoran atau pun hotel mewah saja. Namun zaman sekarang, profesi sebagai chef atau juru masak ini sangat diminati dan perhitungkan.

 

Siapa sih yang ngga kenal dengan Chef Juna, Chef Arnold, dan Chef Renata? Mereka adalah chef atau juru masak yang diakui karyanya oleh masyarakat Indonesia. Bahkan Chef Juna dan Chef Arnold itu ngga sengaja, lho, jadi Chef. Karena memang ada bakat dan kesempatan, juga kegigihan untuk belajar, Voila! Mereka menjadi chef hebat ya, sekarang.

 

Anak yang memiliki modalitas belajar kinestetik juga bisa menjadi chef, lho, Ma. Karena memang profesi sebagai chef juga mengharuskan kita untuk aktif bergerak, menggunakan skill memasak yang juga menggunakan olah tubuh seperti tangan dan jari. 


Tidak ada salahnya untuk mengarahkan bakat dan minat anak untuk menjadi seorang chef atau juru masak apalagi jika anak kita juga memiliki ketertarikan di bidang kuliner.

 

Game Edukatif bertema Kuliner


Bicara soal kuliner, agar anak-anak yang memiliki ketertarikan di dunia kuliner mendapatkan stimulus, anak-anak bisa diarahkan untuk membantu memasak di dapur, membuat kue, atau merencanakan makanan untuk keluarga.


Tidak melulu secara nyata (di dapur), kita juga bisa menstimulasi mereka dengan menggunakan games yang bertema kuliner juga lho, Ma. Apalagi games-games seperti ini mudah diakses secara online dan juga FREE alias gratis.


Jadi dari pada anak-anak bermain games yang mungkin tidak edukatif, lebih baik diarahkan kepada games yang memang menstimulasi apa yang menjadi minat dan bakat mereka.


culinary schools games kuliner untuk anak


Salah satu games online seputar dunia kuliner yang bisa diakses oleh anak-anak adalah www.culinaryschools.org Saya sendiri Sudah mencoba membuka website-nya, banyak tersedia games untuk anak yang  terkait dengan kuliner atau pun makanan/masakan.

 

Games yang ada di sana pun tidak terlalu rumit untuk dimainkan, dan tidak membuat anak berfikir terlalu keras. Saya rasa bisa membantu anak untuk mengenal bahan makanan, asal bahan makanan, mengelola bahan makanan, perkebunan dan pertanian makanan, bisnis kuliner, dan lain sebagainya. Ini merupakan tema games yang cocok untuk dimainkan oleh anak karena bersifat edukatif.


Berikut adalah sedikit review dari saya tentang www.culinaryschools.org, yaa.


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak
Games yang cocok untuk anak usia dini


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak



culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak

culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak


culinary schools games kuliner untuk anak

***


Itu dia beberapa profesi yang mungkin akan menjadi pilihan anak yang memiliki modalitas belajar kinestetik. Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Mama semua, jangan sampai menjustifikasi anak aktif itu nakal atau bermasalah. Karena saya merasakan sendiri bahwa dijudge seperti itu tidak enak Sekali rasanya.


Padahal yang anak lakukan hanya lah belajar dan memenuhi rasa ingin tahu yang tinggi, dan memang Allah SWT memberikan kelebihan kepada Indera peraba dan alat gerak yang lebih peka dan lebih lincah dari anak yang lainnya.

 

Alih-alih dijudge, lebih baik diarahkan dan dibimbing agar anak kinestetik ini bisa tumbuh sesuai dengan apa yang ia inginkan dan apa yang ia rasakan selama ini.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat ya, Ma.


Ada yang ingin berbagi pengalaman juga seputar anak kinestetik? Yuk, sharing di kolom komentar :D

 

5 Cara Menghadapi Cuaca Panas: Review Nadi Skincare, Local Brand Skincare yang Wajib Kamu Coba!

 

review nadi skin care brand skin care lokal

“Waaah, wajahku merah! Tanganku belang!”

 

Teriak saya ketika bercermin, wajah saya sekarang sedang ngga karu-karuan bentuknya, merah, dan suka timbul jerawat. Tanganku belang, karena kepanasan, fiuh!

 

Kebayang sih, saya keluar rumah jam 06.00 sampai dengan 06.45 WIB setiap pagi untuk mengantar si sulung Kifah berangkat ke Madrasah Tsanawiyah, dan si tengah Aldebaran ke Madrasah Ibtidaiyah. Ketika siang hari, saya juga harus menjemput mereka pukul 14.00 dan 14.30 siang, dimana matahari sedang terik-teriknya. Dan setiap hari, saya bisa PP (pulang pergi) antar jemput anak-anak sejauah 16 km.

 

Begitulah kira-kira rutinitas saya ‘menantang matahari’ setiap hari, demi anak-anak saya harus melakukan antar jemput sekolah menggunakan motor sejauh 16 km sehari. Dan sejak tahun ajaran baru ini lah (Adik kakak berbeda sekolah), kulit wajah dan tubuh saya tidak baik-baik saja, ditambah lagi cuaca panas yang sedang melanda Indonesia di musim kemarau ini.

 

*Mama-mama yang senasib dengan saya (harus antar jemput anak) boleh sharing di kolom komentar yaa.


review nadi skin care brand skin care lokal


Cuaca Panas Ekstrim di Jakarta dan Sekitarnya

 

Hari ini, suhu di Jakarta mencapai 31 derajat celcius, dan selama seminggu ke depan akan naik menjadi 34 derajat celcius T____T

 

Menurut BMKG (Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika) musim kemarau di Indonesia terjadi sepanjang April hingga bulan September. Belum lagi berita kabut asap yang sedang mengepung ibu kota Jakarta, benar-benar jadi tantangan untuk kita untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas, kabut asap, dan panasnya jalanan Ibu kota yang disebkan oleh tumpah ruahnya kendaraan bermotor.

 

Saya sendiri sering mengalami perubahan wajah yang menjadi kemerahan, kulit tangan menjadi belang, dan karena cahaya matahari yang terlalu intens, saya juga sering mengalami rasa pusing dan mual setelah terjemur sinar matahari ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor.

 

Tantangan sekali memang ya cuaca panas ini, kalau tidak diwaspadai dan melakukan hal yang tepat untuk menghadapi cuaca panas, bisa-bisa kulit bisa rusak serta perlu waktu dan biaya yang lebih besar untuk mengembalikan kulit menjadi sehat kembali.

 

Maka dari itu, saya punya  tips bagaimana menghadapi cuaca panas yang sedang ekstrim ini, yaitu:


 Baca juga: Ibu Rumah Tangga Terjebak Toxic Productivity?


1. Jangan Skip Air Putih


review nadi skin care brand skin care lokal


“Haus, panas, gerah, enaknya minum es kopi atau tesh manis!”

 

Nah, jangan sampai karena gerah, haus, panas, kita malah lebih sering mengonsumsi minuman manis menggunakan es dibandingkan air putih. Walau pun tampak sepele, air putih sangat berguna untuk menghidrasi tubuh kita. Kekurangan cairan tubuh justru akan memperparah dampak cuaca panas yang sedang ekstrim ini.

 

Berapa banyak, sih, kita harus minum air putih dalam satu hari? Jawabannya adalah minimal 2 Liter satu hari.

 

Dulu saya kurang suka minum air putih, bahkan kekurangan air putih, dan ketika memulai minum air putih rasanya sulit sekali. Namun sekarang, pelan-pelan saya mengubah kebiasaan minum air putih dan memperbanyak minum air putih minimal 2 liter sehari. Badan rasanya lebih segar, tidak mudah lapar sehingga bisa ikut menurunkan berat badan juga, lho.

 

Kapan waktu minum air putih terbaik? Yakni setelah bangun pagi (1-2 gelas), sebelum dan setelah makan, sebelum dan setelah berolah raga, menjelang sore hari, dan sebelum tidur. Menurut Kementrian Kesehatan, kita membutuhkan banyak cairan ketika cuaca terasa sangat panas.

 

So, jangan lupa minum air putih selalu, ya!


Baca juga: Jalan Kaki Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Dia Rekomendasi Tempat Jalan Kaki di Jabodetabek


2. Rutin Mencuci Wajah


review nadi skin care brand skin care lokal

Mencuci wajah juga baik dilakukan saat cuaca panas. Cuaca panas membuat wajah berkeringat dan membuat banyak debu dan kotoran menempel pada wajah. Mencuci wajah bisa mengurangi kotoran dan debu yang menempel di wajah, sehingga meminimalisir timbulnya jerawat.

 

Saya merasakan sekali cuaca panas ini membuat saya mudah berjerawat, sehingga saya selalu rutin mencuci wajah dengan pembersih/cleanser dan juga menggunakan masker ketika di luar ruangan.

 

Selain itu, mencuci wajah juga membuat wajah dan badan lebih segar dan dingin. Sehingga dapat mengurangi rasa gerah dan panas yang sedang kita rasakan. Jangan lupa juga selalu membawa handuk bersih atau tisu untuk membersihkan wajah setelah mencuci wajah, ya.

 

 

3. Menggunakan Pakaian yang Menyerap Panas


review nadi skin care brand skin care lokal

Hati-hati saltum alias salah kostum di saat cuaca panas sedang ekstrim begini, yaa. Karena cuaca yang panas, selain menyebabkan rasa gerah yang tidak nyaman, juga membuat kita memproduksi keringat berlebih (yang juga bisa menghasilkan bau tidak sedap).

 

Maka dari itu, pakaian yang bisa menyerap keringat dan longgar bisa membuat kita lebih nyaman. Menurut saya, bahan katun, atau katun rayon bisa menjadi penyelamat kita di hari yang panas. Karena bahannya sangat menyerap keringat, adem, dan nyaman dipakai. Selain itu, bahan kaos yang lembut juga nyaman digunakan di cuaca panas.

 

Jangan sampai kita salah kostum, ya. Agar tubuh kita tetap bisa ‘bernafas’ dengan bebas ketika keringat dan hawa panas menyerang.

 

4. Menggunakan Tabir Surya (Sun Screen)


review nadi skin care brand skin care lokal

Satu lagi yang jangan sampai skip di cuaca panas ini, yaitu penggunaan tabir surya atau sun screen baik untuk tubuh atau pun wajah. Karena akibatnya bisa sangat berbahaya, seperti kulit terbakar, penuaan dini, bahkan hingga bisa mengakibatkan kanker kulit.

 

Bahkan ketika di dalam rumah pun, sun screen atau tabir surya ini juga wajib dipakai, ya. Karena sinar UV masih bisa masuk lewat jendela dan pintu rumah yang terbuka. Hanya bedanya, ketika di dalam rumah atau ruangan, sun screen bisa digunakan satu kali saja. 


Sedangkan ketika di dalam rumah, sun screen wajib di re-apply atau diaplikasikan kembali agar kulit tubuh dan wajah, tetap terjaga dari bahaya sinar UV.

 

 

5. Melakukan Eksfoliasi dengan Lembut


review nadi skin care brand skin care lokal

Di cuaca yang panas seperti ini, melakukan eksfoliasi atau scrubbing juga disarankan, ya. Karena keringat tubuh kita juga bisa membuat kotoran menumpuk di permukaan kulit. Selain itu, eksfoliasi juga bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit secara maksimal.

 

Eksfoliasi bisa dilakukan 2-3 kali seminggu dan dilakukan di malam hari, ya. Dan ketika siang dimaksimalkan dengan menggunakan tabir surya atau sun screen.

 

Saya sendiri sangat suka melakukan eksfoliasi minimal 2x seminggu, khususnya ketika di tengah minggu dan pada saat akhir minggu. Biasanya setelah melakukan eksfoliasi, kulit terasa lembut, segar dan bersih.

 

Review Nadi Skin Care, Local Brand Skin Care yang Wajib Kamu Coba!


review nadi skin care brand skin care lokal

Cuaca panas yang sedang terjadi di Indonesia ini memang menjadi PR tersendiri, karena kita memiliki banyak aktivitas baik di dalam atau pun di luar rumah. Mungkin ketika di dalam rumah kita masih bisa menangkal rasa panas dan bahaya sinar UV matahari dengan menggunakan pendingin ruangan dan menutup jendela dan pintu rumah.

 

Namun ketika di luar ruangan, tentunya kita harus memiliki perlindunan tersendiri terhadap kulit wajah dan kulit tubuh kita ini. Karena biasanya ketika kulit sudah tidak sehat, itu perlu waktu lagi untuk memperbaikinya, bahkan dengan skin care yang tidak murah.

 

Salah satu skin care, yakni body lotion dan scrub yang saya pakai saat ini adalah skincare dari NADI Bodycare Indonesia. Skin care Nadi ini merupakan salah satu local brand karya anak bangsa, lho. Jadi senang sekali rasanya menggunakan produk yang merupakan hasil dari riset sesuai kebutuhan harian kita sebagai orang Indonesia.

 

Nadi Radiance Body Lotion


review nadi skin care brand skin care lokal

Dari sekian banyak lotion yang pernah saya pakai, menurut saya Nadi ini memiliki gaya yang berbeda. Biasanya body lotion cenderung memiliki aroma yang semerbak wangi bunga. Namun Nadi ini tidak seperti itu, wanginya lebih lembut dan ada aroma rempah yang menenangkan. Aroma rempah ini menurut saya seperti signature yang membuat Nadi tuh ‘Indonesia banget’

 

Awalnya agak baru dengan wangi rempah ini, karena jarang ada di body lotion lain aroma seperti ini. Namun lama kelamaan menjadi nyaman dengan aroma rempahnya karena berbeda dengan yang lain dan memunculkan nuansa tradisional khas Indonesia. Dan ternyata memang Nadi radiance body lotion ini diformulasikan dengan aroma bergamot, lemon grass (sereh), dan ginger (jahe).

 

Teksturnya sendiri tidak lengket dan tidak terlalu cair, sehingga terasa lembut dan mudah menyerap di kulit. Nada radiance body lotion diformulasikan sebagai pencerah juga melembutkan dan menghidrasi kulit. Jadi pas banget untuk selalu memakai Nadi radiance body lotion ini setiap hari.

 

Kandungan Nadi radiance body lotion ini adalah vitamin C yang mengandung Ascorbyl Glucoside untuk mencerahkan kulit. Lactic Acid untuk membantu menghidrasi kulit sekaligus membuat kulit lebih lembut. Selain itu, Nadi radiance body lotion ini mengandung minyak bunga matahari.

 


review nadi skin care brand skin care lokal

Nadi radiance body lotion memang secara khusus diformulasikan untuk kulit yang kusam, kering atau terasa kasar, dengan tipe kulit yang normal dan kering. Sangat cocok untuk kulit saya yang selalu terpapar sinar matahari sehingga tampak kusam, kering dan belang.

 

Cara menggunakannya adalah dengan mengaplikasikan Nadi radiance body lotion ini ke seluruh tubuh setelah mandi. Saya biasa menggunakan Nadi radiance body lotion ketika hendak keluar rumah ditambah dengan sun screen untuk wajah dan tubuh untuk perlindungan ekstra terutama ketika siang hari.

 

 

Nadi Radiance Body Scrub


review nadi skin care brand skin care lokal

Satu lagi produk andalan saya dari Nadi skincare adalah Nadi Radiance Body Scrub, yaitu eksfoliator lembut di kulit yang mampu membersihkan kotoran pada pori-pori tubuh dan kulit mati di tubuh yang banyak sekali mengendap karena cuaca yang panas.

 

Setelah menggunakan Nadi radiance body scrub ini, kulit menjadi terasa bersih, lembut, dan lembab. Scrub-nya lembut dan harum, sehingga tidak terasa perih pada kulit. Scrub-nya pun mudah dibilas dengan air, sehingga tidak perlu berlama-lama untuk membilasnya.

 

Sama seperti Nadi radiance body lotion, aromanya juaraaaa. Yakni aroma bergamot, lemon grass (sereh), dan ginger (jahe).


review nadi skin care brand skin care lokal

 

Cara menggunakan Nadi radiance body scrub ini adalah dengan mengaplikasikannya ke seluruh tubuh, kemudian gosok perlahan dengan lembut, diamkan sejenak kemudian bilas dengan menggunakan air bersih.

 

Eksfoliasi biasanya disarankan setiap 2-3 kali seminggu agar hasilnya lebih maksimal. Saya sendiri biasanya melakukan eksfoliasi untuk membersihkan tubuh ketika mulai terasa tidak enak, dan juga saya lakukan untuk me time di akhir pekan.


Baca juga: 30 Pertanyaan Pillow Talk Anti Mainstream

 

Kesimpulan

 

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang sedang terik-teriknya di musim kemarau ini adalah kewajiban, ya. Karena jika kita lengah, bisa jadi ada efek buruk yang membuat kita akan mengeluarkan lebih banyak waktu dan juga budget untuk mengembalikan kesehatan kulit kita.

 

Saya sendiri merekomendasikan Nadi bodycare terbaik Indonesia, Nadi radiance body lotion dan body scrub ini bagi yang ingin merawat, melembabkan, melembutkan dan membuat kulit lebih cerah. Aroma rempah dari bergamot, lemon grass, dan ginger ini pun menurut saya sangat pas bagi yang suka aroma rempah atau aroma tradisional khas Indonesia, tidak menyengat dan membuat suasana jadi lebih fresh.

 

 

Apalagi Nadi skin care ini salah satu local brand asal Indonesia, perpaduan aroma dan warna kemasannya yang kecoklatan, menurut saya representasi bumi Indonesia sekali.

 

Bagaimana cuaca di tempat tinggal Mama sekarang? Apakah Mama punya tips lainnya untuk menghadapi cuaca panas yang ekstrim seperti sekarang ini? Sharing yuk, di kolom komentar :D

 


Mengatasi Hambatan Belajar pada Anak dengan Online Learning Sinotif

 

bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Assalamu’alaikum Mama semua, alhamdulillah anak-anak sudah hampir satu bulan ya, Ma belajar kembali di sekolah. Bagaimana nih, kabar anak-anak di kelas atau sekolah barunya? Apakah sangat bersemangat? Atau menghadapi beberapa tantangan?

 

Apapun tantangannya, semoga Mama tetap optimis dan segera menemukan solusi atas berbagai tantangan yang terkait dengan dunia sekolah anak-anak, ya.

 

Anak sulung saya, Kifah, alhamdulillah masuk ke Sekolah Menengah Pertama tahun ini, sedangkan adiknya, Aldebaran, masuk ke kelas 2 Sekolah Dasar. Mereka berdua masih beradaptasi dengan berbagai pembelajaran yang ada di sekolah masing-masing. Karena memang sedang terjadi perubahan kurikulum nasional ya, Ma. Sebelumnya, anak-anak menggunakan kurikulum tematik sedangkan sekarang beralih ke kurikulum Merdeka yang mengusung tema besar yaitu MERDEKA BELAJAR.

 

Bicara soal Merdeka belajar, memang banyak hal yang harus kita perhatikan, ya, Ma, menyoal pembelajaran anak di sekolah. Yakni bagaimana menyiapkan lingkungan dan atmosfer pembelajaran bagi anak yang bisa mendukung bakat dan minat mereka secara individual, memberikan kenyamanan lingkungan pembelajaran yang anti bullying/kekerasan mental dan fisik, serta memberikan akses atau kebebasan anak-anak dalam mengeksplor berbagai ilmu pengetahuan tanpa batasan ruang-ruang kelas.


 

Secara garis besar, perubahan kurikulum dari masa ke masa ini memang memunculkan kontroversi ya, Ma. Sebagai warga negara yang mempercayakan pendidikan anak-anak kita kepada pemerintah Republik Indonesia ini, memang kita tidak bisa berbuat banyak, yang bisa kita lakukan tentunya mempelajari dan mendukung penyelenggaraan pendidikan di Indonesia agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang terbaik.

 

Maka dari itu, beberapa waktu lalu saya mengikuti pelatihan Ibu Penggerak yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek beserta Sidina Community untuk lebih banyak belajar tentang kurikulum nasional, berbagai pola-pola pembelajaran di sekolah, dan bagaimana saya sebagai orang tua juga mampu berperan aktif sebagai ibu penggerak yang mendukung dan berkontribusi dalam program Merdeka belajar baik di sekolah maupun di rumah.


Baca juga: Anak Membuat Kita Tidak Bahagia?

 

Peran Pendidikan Keluarga untuk Mendorong Minat dan Bakat Anak



bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Setelah mengikuti pelatihan Ibu Penggerak dari Kemendikbudristek kemarin, saya semakin sadar bahwa sekolah hanyalah sarana untuk memberikan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, mengasah dan mengolah kompetensi anak-anak kita. Arsitek Pendidikan anak yang sesungguhnya tentunya kita sebagai orang tua. Memiliki visi dan misi yang jelas agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang holistic baik itu untuk meningkatkan IQ, EQ, dan juga SQ.

 

Pendidikan keluarga juga berperan dalam memetakan kelebihan/potensi dan kekurangan anak, jadi bukan serta merta menyalahkan pihak sekolah ketika ada hambatan atau masalah belajar pada anak. Tetapi orang tua lah yang harusnya tahu dan paham lebih dahulu ketika anak memiliki hambatan belajar pada mata pelajaran tertentu atau pun pada aspek lainnya, kemudian berusaha mencari solusi bersama pihak sekolah atau pun solusi lain yang lebih memungkinkan.


Baca juga: Pengalaman Melakukan Pindai Sidik Jari untuk Menemukan Bakat dan Minat Anak

 

Menghadapi Hambatan Belajar pada Anak


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif

Saya pernah mengalami beberapa kasus hambatan belajar pada si sulung ketika sekolah di Sekolah Dasar kemarin. Salah satu hambatan belajar yang dirasakan adalah interaksi sosial dengan teman-temannya di kelas. Mengalami beberapa tindakan bullying di kelas (walau tidak parah) dan akhirnya bisa diselesaikan dengan baik bersama pihak sekolah.

 

Hambatan mengenai akademik pun pernah dirasakan si sulung ketika duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, transisi pasca pandemi covid-19 yang disinyalir memunculkan fenomena ‘Learning Loss’ ini juga pernah dirasakan oleh si sulung. Ia merasa terseok-seok ketika belajar kembali di sekolah. Karena memang pembelajaran daring yang mendadak karena situasi pandemi covid-19 tidak bisa 100% membuat anak-anak bisa menguasai seluruh materi pembelajaran.

 

Akhirnya untuk mengatasi hal tersebut, sekolah juga memberikan solusi pembelajaran tambahan di sekolah untuk ‘menambal’ kembali pembelajaran seperti Matematika, Sains, Bahasa, dll yang sempat terhambat ketika Pandemi Covid-19.

 

Persiapan Ulangan Harian dan Ujian Semester



bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif

Walau baru sebulan melakukan pembelajaran kembali di sekolah, biasanya guru akan memberikan ulangan harian untuk melihat sejauh mana pembelajaran diserap oleh siswa. Dan selanjutnya ulangan harian ini akan menjadi ‘modal’ untuk melakukan ujian semester nanti. Si sulung pun bercerita kemarin ia sudah melakukan ulangan harian untuk mata pelajaran Matematika, sedangkan Aldebaran, ulangan hariannya masih bersifat kuis dan praktek lisan.

 

Saya sendiri sering bertanya kepada anak-anak, “Pelajaran apa yang paling kalian suka? Dan Pelajaran apa yang paling kalian tidak suka? Dan apa alasannya?”

 

Jawaban anak-anak tentunya bervariasi, karena si sulung, Kifah suka dengan sekolah barunya, hampir tidak ada pelajaran yang tidak ia sukai, tapi memang katanya yang agak sulit itu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Begitu pun Aldebaran, ia kesulitan di Bahasa Arab tapi dia sangat suka pelajaran Matematika.

 


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Saya yakin memang namanya belajar banyak mata pelajaran itu tidak mudah, ya. Pasti ada mata pelajaran yang mudah bagi anak dan juga sulit untuk anak. Kita pun dulu ketika sekolah pasti merasakannya ya, Ma. Tidak semua mata pelajaran kita kuasai dengan baik.

 

Namun tidak ada salahnya kalau kita bisa lebih mendorong anak-anak untuk meningkatkan kemampuan belajarnya pada pelajaran yang sulit, dan mengasah minatnya pada pelajaran yang sangat mereka sukai.

 

Mencoba Bimbel Online Matematika


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Beberapa waktu lalu, saya mencoba mendengarkan paparan Bimbel Online Matematika dari Sinotif untuk Aldebaran. Karena memang dia sangat suka pelajaran matematika dan sangat ingin menjadi peneliti/ilmuan atau arsitek.

 

Salah satu hal yang unik dari Sinotif adalah mengklasifikasikan anak yang masuk bimbingan belajar menjadi 2 kelompok, yakni anak yang terhambat dalam pembelajaran, dan anak yang memiliki potensi atau ketertarikan terhadap ilmu eksakta, yang kemudian  dapat  dibimbing agar makin mantap dan faham terhadap dasar-dasar pembelajaran matematika, fisika, dan kimia.



bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Hal ini sesuai dengan kelebihan dari bimbel Sinotif yakni personalized, dimana anak akan diberikan pembelajaran dan bimbingan sesuai dengan kebutuhan anak terhadap mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia.

 

Tulisan sebelumnya mengenai bimbingan belajar online Sinotif bisa dibaca di link ini.


 Baca juga: Belajar Matematika Makin Mudah dengan Bimbel Online Sinotif


Saya sendiri berkonsultasi untuk anak seusia Aldebaran (kelas 2 SD) yang memiliki ketertarikan terhadap matematika, akan diberikan pembelajaran yang seperti apa? Kemudian saya mendapat penjelasan dari tim Sinotif yaitu:

 

“Untuk anak usia Aldebaran (kelas 2 SD) yang kebetulan menyukai matematika, akan dibimbing dengan pembejaran yang menyenangkan ‘Fun Learning’ dan penguatan terhadap dasar-dasar matematika, sehingga ketika Aldebaran menghadapi soal seperti apapun (dibolak-balik sedemikian rupa) dia akan tetap mengerti dengan logika dasar matematika soal tersebut dan mampu mencari jawabannya.” Jelas Kak Rommy dari Sinotif.

 

Memang benar ya, Ma. Di zaman sekarang, anak-anak sudah tidak lagi belajar tentang hafalan dan pemahaman belaka, namun anak harus bisa menganalisis dan mensintesis soal-soal yang diberikan dengan penalaran yang kuat, atau istilahnya sekarang soal-soal HOTS (High Order Thingking Skill).

 

Gak mudah, lho, Ma, mengerjaan soal HOTS ini, saya pernah melihat soal-soal matematika Aldebaran saat ia mengikuti lomba matematika secara daring, wah, soalnya bikin geleng-geleng kepala untuk ukuran anak SD kelas rendah, hehehe.

 

Makanya saya setuju banget, bahwa dasar-dasar ilmu hitung atau matematika ini harus diperkuat dengan cara memberikan soal-soal yang memerlukan daya nalar yang tinggi serta perlu dilakukan pengulangan dan pembiasaan ‘bertemu’ soal seperti itu, sehingga ketika di sekolah mendapatkan soal-soal sejenis saat ulangan harian atau ujian semester sudah tidak kaget lagi, ya, Ma.

 

Program Bimbingan Belajar Online Sinotif

 

Ada 4 program yang bisa diambil ya, Ma, di Sinotif, yakni program Diamond, Platinum, Gold, dan Silver. Masing-masing program ini memiliki bebeapa kelebihan, yakni:

 


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Kalau menurut saya, untuk anak yang memang ingin mengembangkan potensinya di bidang Matematika, Fisika, dan Kimia seperti Aldebaran, bisa mengambil program Gold atau Platinum ya, Ma. Untuk program Diamond sendiri, biasanya program intensif yang ingin mendalami Matematika, Fisika, dan Kimia untuk mengikuti ajang atau kompetisi Matematika, Fisika, Kimia, baik nasional maupun internasional.

 

Sinotif juga melakukan perencanaan pembelajaran untuk setiap siswa agar sesuai target yang diharapkan serta memberikan report hasil belajar secara berkala untuk para siswa yang mengikuti bimbingan belajar online di Sinotif, agar orang tua juga tetap bisa terlibat dalam memantau progress atau perkembangan belajar anak.

 

Khusus untuk produk Diamond dari Sinotif, siswa akan diberikan garansi uang kembali 100% jika memang tidak cocok dengan guru maupun metode pembelajaran yang diberikan oleh Sinotif. Kelebihan lainnya adalah semua produk bimbingan belajar on line dari Sinotif, diberikan akses 24 Jam untuk mengakses pembelajaran, latihan soal, hingga tanya jawab PR pada E-Learning seratusinstitute.com dan aplikasi tanya jawab soal. 

 

Belajar di Era Digital


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Setelah mengetahui berbagai hambatan belajar pada anak, tentunya sebagai orang tua, kita akan merasa gelisah dan segera mencari solusinya, ya, Ma. Begitu pun ketika kita menemukan potensi yang ada pada diri anak, sebisa mungkin tentunya kita ingin mengasah potensi tersebut.

 

Step pertama mungkin kita akan berkonsultasi dengan guru kelas dan pihak sekolah anak terkait hambatan belajar atau pun potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita, namun tidak ada salahnya jika kita pun memberikan opsi lain yakni memberikan bimbingan belajar secara online di luar sekolah yang mampu mengatasi hambatan belajar atau pun mengasah kemampuan anak dalam bidang akademik.


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Di era digital seperti sekarang ini, belajar secara daring atau online bukan lagi hal yang tabu, karena memang kebutuhan akan pendidikan yang merata dari Sabang sampai Merauke, kemudahan diakses Pendidikan dimanapun dan kapanpun menjadi tuntutan zaman.

 

Seperti nasehat yang sering kita dengar dari Sayidina Ali bin Abi Thalib: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, bukan dengan zamanmu, karena memang mereka hidup pada zamannya, bukan pada zamanmu.”


bimbel online matematika fisika dan kimia hanya di sinotif


Sungguh sangat relate sekali ya nasehat ini dengan hari ini, padahal ‘quotes’ ini sudah diucapkan sejak ribuan tahun lalu. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang dididik sesuai dengan zamannya ya, Ma. Agar anak-anak bisa belajar dengan lebih menyenangkan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

 

Apakah anak-anak sudah mulai mengikuti ulangan harian di sekolahnya, Ma? Atau masih beradaptasi dengan transisi kurikulum yang baru? Sharing yuk, di kolom komentar :D