Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar Matematika Semakin Menyenangkan dengan Bimbel Online Interaktif

 



Assalamu’alaikum, apa kabar Mama semua? Semoga sehat selalu ya. Apa kabar PPDB sekolah anak-anak, Ma? Apakah lancar dan baik-baik saja? Atau ada kendala? Hehehe, yuk curhat di sini, kalau ada pengalaman PPDB yang kurang menyenangkan, jangan lupa menenangkan pikiran karana tahun ajaran baru sudah tiba.

 

Beberapa teman saya pun bercerita masalah PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru di berbagai sekolah negeri di Indonesia. Banyak pula yang kecewa karena tidak bisa masuk ke sekolah tujuan yang diinginkan dan terpaksa banting stir mencari sekolah lainnya.





Satu hal yang ingin saya katakana adalah, DUNIA BELUM BERAKHIR, MA. Yuk, kita bangkit kembali menyusun rencana yang lebih baik untuk Pendidikan anak-anak kita. Asalkan kita kreatif dan pantang menyerah, Insya Allah akan selalu ada jalan agar anak-anak kita mendapatkan Pendidikan yang baik dan sesuai harapan, dan bisa membuka jalan bagi cita-cita mereka kelak.





Baca juga: PPDB Seleksi Usia? Mengatasi Masalah dengan Masalah


Minimalist Parenting dan Filosofi Pendidikan


Semenjak saya melakukan minimalist parenting di rumah, jujur saya merasa lebih baik dan tenang dalam menghadapi situasi-situasi ‘genting dan penting’ khususnya dalam pendidikan anak-anak. Saya juga tidak mudah insecure dengan pencapaian anak lain atau orang tua lain yang (mohon maaf) sering membanggakan sekolah anak-anaknya secara berlebihan.



Minimalist parenting membantu saya menemukan kembali ‘apa sih yang sebenarnya menjadi tujuan saya dalam mendidik anak-anak’?

 

Apa hanya sebatas mengejar prestise sekolah di sekolah favorit? Sebatas mengejar nilai akademik/kognitif? Atau adakah landasan filosofis Pendidikan yang memang menjadi pegangan?

 

Saya juga jadi teringat kata-kata almarhum Bapak mantan Presiden kita B.J. Habibie, yang mengatakan bahwa:

 

“Arahkan anak-anakmu sesuai minat dan bakat mereka, jangan mengejar semuanya. Biarkan pelajaran yang lain menjadi penunjang, namun tetap ada satu minat dan bakat yang diasah oleh anak-anak kita hingga menjadi ahli di bidangnya.”



Saya dan suami selalu mengevaluasi apa yang menjadi tujuan pembelajaran dan Pendidikan kita untuk anak-anak. Apa yang bisa kita rencanakan dan usahakan untuk mereka? Apa yang bisa kita ‘tambal sulam’ jika ada yang kurang dari sekolah mereka? Hal-hal itu lah yang menjadi topik utama kami di rumah, karena kami yakin setiap keluarga pasti punya rencana dan tujuan masing-masing untuk mendidik anak-anaknya, maka fokus lah pada tujuan masing-masing, tak perlu lirik rumput tetangga yang mungkin kelihatannya lebih hijau.

 

Orang tua mungkin banyak yang melihat beberapa sekolah yang menjanjikan bahwa anak-anak akan menjadi A, B, C,D jika bersekolah di sekolah favorit tertentu. Perlu diingat ya, Ma, yang kita cari bukanlah keunikan sekolahnya, melainkan keunikan anak-anak kita.

 

Seperti filosofi ikan yang memiliki habitat di air, mana mungkin bisa terbang di udara? Atau kera yang diminta berenang, jelas kera tidak akan bisa berenang, karena keahliannya adalah memanjat pohon.

 

Jangan sampai kita salah menilai, mungkin ada anak lain yang cocok dengan sekolah A tapi siapa tau anak-anak kita tidak cocok. Maka dari itu, sebagai orang tua, kita harus pandai-pandai melihat dimana ‘habitat’ anak-anak kita yang seharusnya.


Baca juga: Anak Membuat Kita Tidak Bahagia?

 

Menambahkan Bimbel Matematika atau Bimbel Online Interaktif




Banyak orang tua yang merasa bersalah jika memasukkan anak-anaknya ke dalam bimbel matematika atau bimbel online interaktif.

 

“Wah, orang tuanya gak kasian sama anaknya ya, disuruh bimbel terus.”

“Itu anaknya gak stres, ya? Belajarnya kok matematika terus.”

 

Dan suara-suara sumbang lainnya.

 

Maka saya katakan sekali lagi, jika memang tujuan Pendidikan kita jelas dan terarah sejak awal, bukan sekedar ikut-ikutan anak tetangga atau anak teman, kita tidak perlu ragu atau takut untuk mengambil suatu keputusan. Salah satu contohnya adalah memasukkan anak ke bimbel matematika atau bimbel online interaktif.

 

Karena apa? Karena kita tahu arah tujuan pendidikan kita akan kemana dan kita pun tahu apa bakat dan minat anak-anak kita.

 

Anak-anak saya memiliki bakat logika matematika yang cukup baik (berdasarkan hasil pindai sidik jari) bahkan anak kedua saya Aldebaran menyukai pelajaran matematika karena ia sangat suka berhitung dan memecahkan soal-soal matematika.

 

Saya tak pernah memaksanya untuk suka matematika, namun ia memang senang berhitung dan memecahkan teka-teki soal matematika dengan sendirinya.

 

Selain itu, saya juga memberikan pemahaman kepada anak-anak bagaimana matematika dan pelajaran lainnya itu akan memberi mereka hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka. matematika, sains, bahasa, dan pelajaran lainnya adalah bekal hidup yang nantinya bisa mereka gunakan untuk berfikir dan memecahkan masalah.

 

Jadi jangan pernah paksa anak-anak untuk melakukan sesuatu tanpa mereka tahu “AMBAK= Apa Manfaatnya Bagiku”. Semakin mereka paham akan manfaat mempelajari sesuatu, maka mereka akan semakin bersemangat dalam menuntut ilmu.

 

Bimbel Online Interaktif


Kifah ‘terpaksa’ belajar secara on line ketika Pandemi Covid-19


Pasca pandemi covid-19 menjadi salah satu percepatan yang amat sangat tidak disengaja dalam dunia digitalisasi Pendidikan. Jika saja tidak ada pandemi Covid-19, mungkin online learning atau pembelajaran daring (dalam jaringan) mungkin belum dikenal saat ini. Bisa jadi hanya beberapa lapisan masyarakat dan orang tua yang memahami bagaimana on line learning bisa meningkatkan efektifitas Pendidikan kita saat ini.

 

Teori Konektivisme


Jika dulu konsep belajar hanyalah mengandalkan gedung sekolah dan ruang kelas, hari ini kita sudah berada pada era dimana belajar adalah hasil dari hubungan atau konektivitas sumber-sumber belajar yang terhubung melalui jaringan internet. Ilmu pengetahuan adalah hasil interaksi yang terjadi dalam simpul-simpul jejaring informasi sehingga pengertian belajar lebih kepada pengembangan diri sebagai akibat dari kegiatan yang dilakukan.

 

Maka dari itu, sudah ‘bukan zamannya’ lagi belajar hanya mengandalkan ruang kelas dan sekolah saja, belajar bisa menjadi sebuah proses yang lebih menyenangkan ketika kita bisa memanfaatkan berbagai jejaring atau media-media yang bisa menjadi sumber belajar sehari-hari.

 

Salah satunya adalah bimbel online interaktif yang bisa menjadi sumber belajar bagi anak-anak diluar sekolah. Hari ini anak-anak sudah sangat familiar dengan gadget dan koneksi internet, sehingga sudah sangat mudah bagi mereka mengakses berbagai sumber belajar secara online.

 

Kalau kata suami saya, anak-anak sekarang sudah digital native, jadi sudah tidak perlu diajarkan bagaimana menggunakan gadget dan internet, mereka semua sudah ‘auto pro player’ kalau soal urusan gadget dan internet, hehehe.

 

 Bimbel Online Mudah dan Praktis



 

Salah satu kelebihan bimbel online interaktif adalah bisa belajar kapan saja serta sumber belajar yang mudah diakses. Sebagai orang tua, tentunya saya bisa menekan cost untuk biaya perjalanan, logistik, dan makanan ketika saya harus mengantar anak-anak ke tempat bimbingan belajar.

 

Selain itu, bimbingan belajar online juga menyediakan waktu unlimited untuk mengakses berbagai sumber belajar. Hal ini juga menjadi kelebihan bimbel online interaktif karena batasan ruang dan waktu bisa diatasi.

 

Menurut pandangan saya sebagai orang tua, tuntutan online learning ketika pandemic Covid-19 yang memaksa kami para orang tua dan juga anak-anak untuk belajar secara daring serta tuntutan zaman saat ini menjadi “Matching”. Karena ya memang semua sudah seharusnya dilakukan jika ingin mengakses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita, manfaatkan lah digitaliasi pembelajaran agar anak-anak kita bisa mencari ilmu sebaik-baiknya tanpa terkendala batasan ruang dan waktu.

 

Bimbingan Belajar Online Sinotif (Spesialis Matematika, Fisika, Kimia)



Salah satu bimbingan belajar online interaktif yang sudah dikenal masyarakat adalah bimbel online interaktif di Sinotif.com


Sinotif.com sudah berdiri selama 20 tahun lamanya (Berdiri sejak 25 Maret 2000) sehingga menjadikan Sinotif.com menjadi salah satu bimbel online interaktif yang terpercaya di berbagai kota di Indonesia bahkan sudah melayani siswa-siswi internasional dari 13 negara dalam mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia.

 

Keunggulan dari Sinotif Learning Method adalah:



Bimbel Online Interaktif Sinotif.com memiliki kelebihan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan dan skill anak-anak kita ketika mempelajari bidang studi matematika, fisika, dan kimia, yaitu:

 

Spesialized, belajar dengan guru-guru yang ahli di bidangnya (Matematika, Fisika, Kimia) guru-guru yang mengajar di sinotif.com merupakan guru bidang studi yang kompeten dan sudah tersertifikasi khusus.

Tenaga pengajar merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan pembelajaran terkait bidang studi yang dipelajari, komitmen sinotif.com untuk memberikan tenaga pengajar yang berkualitas tentu menjadi nilai plus tersendiri, ya, Ma.

 

Personalized, yakni fokus pada kebutuhan siswa sehingga siswa akan mendapatkan bimbingan belajar sesuai dengan kebutuhan dan target belajar yang diinginkan. Catatan dan laporan belajar dikirimkan setiap sesi belajar.

Ini penting, sebagai orang tua tentunya saya perlu melihat laporan dan catatan perkembangan pembelajaran anak-anak, sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran ke depan.

 

Systemized, belajar jadi lebih mudah dan efektif, karena siswa mendapatkan modul soal yang sistematis dengan kombinasi gaya belajar linear dan global untuk memudahkan pemahaman konsep.


Dulu waktu saya SMA, mendapatkan soal matematika, fisika, kimia berkualitas dan mudah dipahami itu susah ya, hehehe. Karena zamannya belum maju seperti sekarang, soal-soal berkualitas itu masih terbatas. Dengan adanya pembelajaran online dengan konsep e-learning seperti sinotif.com ini, tentunya berbagai jenis soal akan mudah diakses.

 

Limitless, yakni layanan 24 jam nonstop. Akses website e-learning untuk belajar mandiri melalui seratusinstitute.com dan  tanya soal secara instan  dengan aplikasi Tanya Jawab Soal, kapan pun dan dimana pun.


Bimbel Sinotif ini dimulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA ya, Ma. Serta bisa melayani kebutuhan siswa dari kurikulum nasional hingga internasional. Layanan yang diberikan adalah les privat (satu murid satu guru), semi privat (jumlah siswa maksimum 5 orang), dan sistem kelas (6 hingga 15 siswa).


Nah, ini dia salah satu kelebihan belajar secara online interaktif, tak ada lagi batasan ruang dan waktu untuk belajar, sehingga kita bisa menyesuaikan waktu belajar dengan berbagai kegiatan sekolah anak-anak lainnya.

 

Bagi anak-anak yang suka belajar matematika, fisika, dan kimia, belajar secara online seperti ini bisa menambah pengetahuan sekaligus menambah skill mereka dalam memecahkan beragam soal matematika, fisika, dan kimia dengan cara yang lebih mudah, praktis, dan terjangkau secara biaya.

 

Nah, untuk para Mama yang masih sedih terkait PPDB atau galau dalam mengarahkan anak-anak untuk belajar, tidak ada salahnya untuk merencanakan kembali dan memanfaatkan pembelajaran di era digital saat ini untuk memberikan pendidikan terbaik dan tetap fokus kepada pengembangan diri anak kita.



So, no baper-baper club ya, Ma.

 

Jadikan tahun ajaran baru ini menjadi semangat baru dan awal yang baik untuk melangkah dan menyiapkan Pendidikan anak-anak kita dari berbagai sumber belajar yang bisa kita manfaatkan.

 

Man jadda wajada, siapa yang bersungguh pasti akan berhasil. Semoga kita para orang tua diberikan Kesehatan, kemudahan, kelapangan dan keberkahan rezeki untuk memberikan Pendidikan terbaik untuk anak-anak kita, ya, Ma. Amiin.

 

Apakah Mama sudah pernah memberikan bimbel online interaktif untuk anak-anak di rumah? Sharing di kolom komentar, yuk!

 

Baru! Acne Center dari ERHA bagi Para Acne Warrior

 

acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling

Assalamu’alaikum Mama Semua, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga tetap sehat baik secara fisik maupun psikis ya, Ma.


Bicara soal Kesehatan, beberapa waktu lalu saya kembali merasakan kulit wajah yang terserang oleh jerawat. Memang tidak banyak, hanya jerawat kecil-kecil (beruntusan) namun sangat mengganggu dan bekasnya pun seringkali membandel.


Di usia saya yang sudah menginjak kepala tiga ini, saya kira masalah jerawat akan berakhir karena berakhirnya hormon-hormon labil nan galau di usia remaja maupun dewasa awal dulu. Namun tetap saja, yang namanya jerawat itu bener-bener membandel dan tak kenal usia, ya.


Selain tidak mengenal usia, jerawat juga tidak mengenal gender, baik laki-laki maupun perempuan tetap saja bisa terkena jerawat yang membandel. Karena memang penyebab munculnya jerawat itu sangat beragam, sehingga perawatannya juga harus spesial dan personalized sesuai dengan penyebab jerawat itu sendiri.



Mengobati Jerawat Membandel di ERHA Clinic


ERHA Clinic merupakan salah satu klinik kesehatan dan kecantikan kulit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, ya. Karena ERHA  Clinic sendiri sudah berdiri selama 24 tahun lamanya. Saya sendiri pernah mencoba treatment di ERHA untuk mengatasi permasalahan kulit wajah saya, dan hasilnya amat sangat memuaskan.


Salah satu treatment yang pernah saya lakukan di ERHA Clinic adalah ERHA Ultimate Acne Cure, yakni salah satu treatment andalan ERHA Clinic untuk mengatasi berbagai masalah kulit khususnya masalah jerawat. 



acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling


Nah, saya mau ngasih tau, nih, kalau sekarang ERHA Ultimate Acne Cure bertranformasi menjadi Acne Center yang menjadi salah satu solusi masalah kulit berjerawat dari berbagai usia dan gender. 


Baca juga: Review ERHA Age Corrector Series


ERHA ACNE CENTER


Acne Center dari ERHA ini akan terus berinovasi dan menjadi salah satu solusi no.1 masalah jerawat untuk segala usia, gender, dan segala level masalah jerawat. Acne Center dari ERHA juga salah satu klinik yang difasilitasi dengan berbagai teknologi canggih dan para dokter kulit berkualitas serta berpengalaman, sehingga ERHA Acne Center ini bisa menjadi solusi bebas jerawat no.1 dan menjadi pilihan para Acne Warrior.


Apa sih, yang Membedakan Acne Center by ERHA dengan Klinik lain?


ERHA Clinic sudah berdiri selama 24 tahun dan sudah berhasil mengatasi banyak masalah kulit berjerawat dari jutaan orang. Mengapa ERHA Clinic menjadi salah satu solusi terbaik mengatasi masalah jerawat? Karena ERHA Clinic memberikan personalized treatment bagi setiap orang dan ditangani oleh dokter atau dermatolog yang sangat kompeten dan ahli di bidangnya. Jadi, benar-benar tidak ada kekhawatiran adanya kesalahan atau hal-hal yang tidak diinginkan, karena permasalahan kulit berjerawat kita akan ditangani oleh para skin expert.


acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling


Saya sendiri pernah melakukan Acne Peeling di ERHA Clinic dan hasilnya kulit menjadi lebih halus, mulus, dan jerawat pun gone hanya dalam beberapa minggu saja. Karena hasilnya cukup cepat, jadi kita pun tidak perlu membayar mahal untuk ongkos perawatan, setelah jerawat kita menghilang, kita bisa memilih perawatan lainnya yang sesuai dengan kondisi kulit wajah kita.


Baca juga: Review ERHA Clinik Bogor Padjajaran


acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling

Setelah melakukan Acne Peeling di ERHA Clinic


ERHA Acne Center sendiri memberikan beberapa pilihan treatment sesuai dengan kondisi kulit wajah kita, dan sesuai dengan rekomendasi dari dermatolog-nya, ya.


Pertama, Advance Plan yakni konsultasi dengan skin expert, satu set personalized produk, dan lebih dari satu kali treatment,


Kedua, Basic Plan yakni konsultasi dengan skin expert, satu set personalized produk dan satu kali treatment.


Ketiga, Product Plan yakni konsultasi dengan skin expert dan satu set personalized produk.


Harga treatment dan informasi lainnya, bisa di cek di  https://acnecure.erhaultimate.co.id/ ya


Acne Peeling di ERHA Clinic



acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling
Saya melakukan beberapa kali Acne Peeling di ERHA Clinic Bogor


Ini dia treatment yang pernah saya lakukan di ERHA Clinic, yakni Acne Peeling. Yaitu proses peeling pada wajah yang bermanfaat untuk mengurangi jerawat, mengurangi minyak berlebih pada wajah, melepaskan sel kulit mati, mengurangi peradangan, dan mengatasi penyumbatan pada pori-pori kulit.


Biaya Acne Peeling (diluar konsultasi dengan dokter) yaitu Rp. 525.000,- 


Prosesnya sekitar 30-45 menit, wajah kita dibersihkan kemudian di peeling menggunakan krim khusus. Pada awalnya ada sensasi gatal sedikit, namun setelahnya kulit terasa lebih bersih dan segar. Kemudian dokter akan meresepkan krim yang harus kita gunakan di rumah agar hasilnya jauh lebih maksimal.


acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling

Kulit jadi lebih sehat dan bebas jerawat


Saya sarankan sih, untuk Mama yang memiliki anak/remaja yang sedang mengalami jerawat meradang di wajah atau pun Mama sendiri memiliki masalah jerawat di wajah, lebih baik datang ke ERHA Clinic terdekat.


Pasalnya tidak semua obat atau produk jerawat di pasaran itu cocok dengan kulit wajah kita. Bisa jadi akan memperparah kondisi wajah jika kita salah menggunakan produk. Di ERHA Clinic, dokter akan benar-benar memeriksa kondisi wajah kita secara detail dan memberikan treatment yang benar-benar cocok untuk kulit wajah kita, sehingga hasilnya benar-benar maksimal.


acne center cara mengatasi jerawat dengan acne peeling

ERHA Clinic Padjajaran-Bogor


Saya sendiri sudah melakukan beberapa kali treatment Acne Peeling di ERHA Clinic Bogor di Jalan Padjajaran (daerah Warung Jambu), dan hasilnya sangat memuaskan dan layak untuk dicoba oleh para Acne Warrior. Dari pada gambling mengatasi masalah jerawat, lebih langsung konsultasi ke Acne Center dari ERHA supaya lebih jelas dan cepat ya penanganannya. 


Apa Mama memiliki masalah seputar jerawat? Yuk, Sharing di kolom komentar :D


Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)

 Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)

 

Assalamu’alaikum Mama semua, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya menyambut tahun ajaran baru sekolah anak-anak.

 

Beberapa waktu lalu, saya melihat Instagram Bapak Gubernur Ridwan Kamil, bahwa sebentar lagi, pemerintah provinsi Jawa Barat akan menerapkan sistem kerja WFA atau Work From Anywhere untuk para pegawainya.

 

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bahwa, Work from Home atau Work from Anywhere ini dianggap lebih efektif untuk beberapa bidang pekerjaan. Menurut beliau, “Provinsi Jawa Barat, provinsi pertama yang akan mempermanenkan Work from Anywhere.” Ujar Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil.

 

“Karena hasil kajiannya selama Covid-19, ada kerja-kerja PNS yang tidak bertemu masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus ke kantor, sehingga keuntungannya adalah mengurangi stress, mengurangi anggaran dan biaya yang sebenarnya tidak perlu dibelanjakan pada saat kerjanya terpenuhi tanpa harus ke kantor” tambahnya lagi.

 


Hmmm, saya tergelitik menulis ini karena memang memiliki pengalaman selama hampir 3 tahun ini suami saya yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja secara WFA. Saya ingin sekali menulis dan sharing di blog ini, mengenai serba-serbi Work From Anywhere yang dilakukan oleh suami saya dan tentu dampaknya terhadap saya sebagai istri dan juga anak-anak di rumah.

 

Setiap kebijkan tentunya memiliki dampak positif dan negatif, ya. Mungkin suatu saat, Work From Anywhere ini akan diteliti oleh para peneliti sosial karena memang di Indonesia sendiri, WFA merupakan hal yang baru dan belum lazim dilakukan oleh para pekerja kantoran.

 

Sebelumnya, saya juga pernah menulis soal Work from Anywhere di sini, ya.


Baca juga: Work from Home, Cara Kerja Baru Bagi ASN Indonesia?


Work from Anywhere, Solusi dari Stress Kemacetan plus Ramah Lingkungan

 

Tidak bisa saya pungkiri, apa yang dikatakan oleh Pak Gubernur Ridwan Kamil memang benar, walau pun saya memiliki catatan tersendiri juga, terkait stress dan anggaran. Namun memang saya akui, lebih banyak hal positif yang bisa didapatkan dari cara kerja Work from Anywhere.


Apa saja sih, dampak positif yang saya atau kami rasakan setelah suami melakukan pekerjaannya dengan cara Work from Anywhere.

 

By the way, saya mau disclaimer dulu bahwa tulisan ini adalah opini pribadi saya, bukan berdasarkan hasil kajian atau penelitian. Suami saya bekerja di bagian perencanaan, sehingga tidak ada interaksi dengan pelayanan publik.


pengalaman Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)



1. Solusi dari Stress Kemacetan dan Perjalanan Kerja

 

“Anak saya tuh kasian, susah ketemu Bapaknya, soalnya Bapaknya berangkat Subuh, anaknya belum bangun, dan pulang malam, eh anaknya udah tidur, makanya kadang malem-malem tuh anak suka saya bangunin atau subuh banget saya suruh sarapan bareng bapaknya.” Curhat tetangga saya yang suaminya kerja di Jakarta Utara sedangkan domisilinya di Bogor sini.

 

Stress terhadap kemacetan di jalan dan juga lamanya waktu berangkat dan pulang kerja memang menjadi masalah Sebagian besar pekerja di Indonesia khususnya di Ibu kota Jakarta. Sulit dan mahalnya lahan perumahan di Jakarta membuat para pekerja mencari perumahan yang jaraknya cukup jauh dari ibu kota namun masih bisa dijangkau oleh koceknya.


Resikonya? Ya, jarak antara rumah dan kantor harus ditempuh lebih dari satu jam menggunakan kereta Commuter Line, MRT, Trans Jakarta, dll.

 

Para pekerja ini berangkat kerja sejak subuh hari, dan pulang di malam hari. Stress terhadap kemacetan dan jarak tempuh dari rumah ke kantor tentu tidak bisa dipungkiri.

 

Lantas bagaimana Quality Time bersama anak-anak di rumah? Ketika weekend pun mungkin rasanya badan ingin beristirahat karena lelahnya bekerja selama 5 hari.

 

Dengan bekerja secara  WFA, saya sangat bersyukur suami saya tidak perlu berangkat subuh hari dan pulang di malam hari. Karena pekerjaannya dimulai sejak jam 7.30 dan selesai sekitar jam 16.00-17.00 setiap harinya.

 

Pekerjannya adalah di depan laptop, rapat kerja via zoom meeting, dan semua pekerjannya mengandalkan laptop dan akses internet.

 

“Wah, seneng dong ya, ngga stress di jalan, keca macet dan lain sebagainya.”

 

Iya, sih.

 

Tapi kebayang ngga, sih? Setiap hari kerjanya duduk di depan laptop, walau pun berinteraksi tapi ya hanya lewat dunia maya. Ada kalanya lelah dan stress menatap monitor seharian. Kadangkala pekerjaan juga harus diselesaikan di luar jam kerja, sehingga malam hari masih harus zoom meeting Bersama rekan kantor.

 

Dan untuk orang yang ekstrovert, sepertinya WFA cukup menyiksa menurut saya, hehehe. Untungnya sih, kalau suami orangnya introvert sehingga ia merasa fine-fine saja.

 

Satu lagi yang kadang membuat ‘stress’ adalah ketika ada pemadaman listrik, wkwkwk. Otomatis tidak ada koneksi internet dan baterai untuk laptop, sehingga menghambat kinerja.

 

Jadi kalau dibilang ngga stress banget ya ngga juga, tetap ada hal yang membuat stress ketika bekerja, namun yang pasti stress melihat kemacetan dan beradu sesak di KRL bisa diatasi.

 

2. Ramah Lingkungan Tentu Jadi Impian Kita Bersama


pengalaman Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)


Salah satu isu yang paling saya setujui dampaknya ketika WFA adalah dampak positif terhadap lingkungan. Hal paling sederhana adalah frekuensi membeli bensin motor dan mobil yang berkurang saat WFA. Selain itu, saya juga bisa berhemat dalam menggunakan detergen dan setrika listrik, lho!

 

Waktu suami bekerja seperti biasa di kantor, hampir setiap hari saya mencuci baju seragam kantor, dan setiap weekend saya juga harus menyetrika pakaian kantor suami.

 

Setelah WFA, pekerjaan saya ini lumayan berkurang. Karena suami bisa ‘irit’ pakaian ketika berkantor di rumah. Pakaian tidak mudah kotor dan kusut sehingga bisa digunakan beberapa hari untuk rapat via zoom meeting. Dan jika tidak ada rapat dalam sehari (lebih banyak mengerjakan pekerjaan kantor via laptop) makan suami hanya memakai baju santai di rumah, tidak perlu memakai seragam lengkap.

 

Sepele sih, tapi hal seperti ini cukup membahagiakan bagi saya, ibu rumah tangga. Mungkin yang menjadi tambahan pekerjaan adalah menyiapkan makan siang dan camilan untuk suami saat bekerja.

 

Namun karena sudah tidak Pandemi Covid-19 saya bebas untuk membeli makanan atau memasak sendiri di rumah. Berbeda ketika pandemic Covid-19, saya merasa lebih lelah karena harus full memasak untuk suami dan juga anak-anak di rumah.

 

Membeli Rumah di Pinggiran Ibu Kota


pengalaman Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)


Salah satu alasan mengapa para pekerja membeli rumah atau properti di pinggiran ibu kota seperti Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya adalah karena harga yang masih terjangkau dengan budget penghasilan. Namun memang resiko yang ditanggung adalah jauhnya jarak dari rumah ke tempat bekerja (Ibu Kota Jakarta). Hal ini tentunya memiliki dampak bagi kesehatan fisik, psikologis, dll.

 

Work from Home atau Work from Anywhere ini sebenarnya bisa menjadi angin segar bagi para pekerja yang memiliki rumah atau tempat tinggal yang jauh dari ibu kota, atau yang sedang mencari rumah atau hunian untuk keluarga.

 

Asalkan wilayah yang akan dijadikan tempat tinggal sudah terjangkau internet dan memiliki fasilitas pendukung di sekitarnya seperti sekolah, rumah sakit, pasar, mall, dan lainnya, menurut saya bisa masuk akala palagi harganya masih affordable di kantong.

 

 Baca juga: Bermain Ice Scating, Kini Bisa di Cibinong City Mall, Lho!


Saya sendiri tinggal di kabupaten Bogor yang cukup jauh dari Ibu Kota namun masih sangat menyenangkan tinggal di sini karena fasilitas umum, internet, listrik, transportasi, cukup memadai dengan harga cicilan rumah yang masih sangat terjangkau.

 

Saya senang berada di sini, daerahnya masih sepi, cocok untuk tinggal karena tidak terlalu ramai, namun banyak fasilitas yang saya bisa nikmati. Bahkan Mall terbesar di kabupaten Bogor yakni Ciibinong City Mall tidak jauh dari rumah saya.

 

Harga perumahan di Indonesia memang terjadi kenaikan dari tahun ke tahun akibat inflasi, saya dan suami memang menganut bahwa rumah adalah yang utama untuk dibeli dibanding kendaraan atau lainnya. Karena semakin lama, harga rumah dan tanah justru semakin tak terjangkau. Maka dari itu, membeli rumah adalah prioritas kami ketika suami mendapatkan pekerjaan tetap.

 

Selain itu, membeli rumah atau real estate bisa menjadi investasi di masa depan. Jadi tidak masalah untuk membeli properti bahkan di pinggiran Ibu Kota, jika pemerintah memudahkan pekerjaan para pekerjanya dengan menerapkan pola Work from Anywhere.


pengalaman Ketika Suami Bekerja secara WFA (Work From Anywhere)


Salah satu website yang meyediakan jasa hitung atau kalkulasi mengenai pertimbangan pembelian perumahan atau real estate adalah https://www.mortgagecalculator.uk/

 

Walau pun berbasis di UK atau Inggris, website ini bisa menjadi referensi untuk melihat bagaimana properti atau real estate terus berkembang pasca Pandemi Covid-19, maka dari itu website ini juga bisa digunakan secara lokal UK atau pun di negara-negara lain.

 

Saya pun tak menyangka, Allah SWT memudahkan suami saya dengan mendapat cara kerja WFA dimana lokasi rumah tidak menjadi kendala bagi kinerja suami di kantor. Bahkan bisa senantiasa berinteraksi dengan baik dengan anak/keluarga sambil bekerja.


Beberapa teman saya terakadang nyeletuk:

 

“Enak banget ya, bisa kerja di rumah, ngga capek tapi gaji lancar.”

 

Hehehe, alhamdulillah, saya syukuri takdir Allah SWT ini, semua terjadi dengan izin Allah SWT, walau pun semua ini diawali oleh kondisi mencekam saat Pandemi Covid-19.

 

Mungkin topik ini akan menjadi pro kontra, ya. Nah, kalau Mama sendiri, apakah setuju dengan konsep bekerja secara WFA? Sharing, yuk di kolom komentar 😊

 

 ***

Sumber berita: https://news.detik.com/berita/d-6783429/rk-berlakukan-wfa-permanen-untuk-asn-pemprov-jabar-kriteria-ini