Diberdayakan oleh Blogger.

#LatePost: Sarapan di Warung Pasta

Sebenernya mau posting ini udah lama, berhubung banyak lupanya dan belum punya banyak waktu untuk ngulik-ngulik blog lagi, jadi baru sekarang deh ini dipublish.


Ceritanya, pagi-pagi kita berangkaf ke Car Free Day di Dago Bandung. Karena belum sarapan dari rumah, kita cari-cari makanan di CFD. (kita mikir udah pasti banyak makanan disana). Nah, kita liat ada tempat yang nyaman banget buat duduk-duduk sambil minum susu anget pagi-pagi. Namanya Warung Pasta. Biasanya temen-temen suka nyingkat jadi WARPAS. Biasanya sih bukanya sore/malem, tapi ini buka pagi-pagi untuk ikut menyemarakan CFD kali yaa. 

Cekidot langsung aja ya!
























Tempatnya nyaamaannn banget. Berasa ada di rumah yang didesain untuk santai bareng keluarga. 

Karena masih pagi, belum semua menu ada. Hanya beberapa yang memang cocok buat sarapan. Makanan disini ya kebanyakan pasta, sesuai sama judul warungnya. Tempatnya ada di Jl. Ganesha ITB. Gak jauh dari mesjid Salman ITB. Harga makanan dan minumannya juga gak terlalu mahal (lumayan terjangkau) dan yang pasti menunya banyak dan enak-enak. 



#LatePost: Sarapan di Warung Pasta

Sebenernya mau posting ini udah lama, berhubung banyak lupanya dan belum punya banyak waktu untuk ngulik-ngulik blog lagi, jadi baru sekarang deh ini dipublish.


Ceritanya, pagi-pagi kita berangkaf ke Car Free Day di Dago Bandung. Karena belum sarapan dari rumah, kita cari-cari makanan di CFD. (kita mikir udah pasti banyak makanan disana). Nah, kita liat ada tempat yang nyaman banget buat duduk-duduk sambil minum susu anget pagi-pagi. Namanya Warung Pasta. Biasanya temen-temen suka nyingkat jadi WARPAS. Biasanya sih bukanya sore/malem, tapi ini buka pagi-pagi untuk ikut menyemarakan CFD kali yaa. 

Cekidot langsung aja ya!
























Tempatnya nyaamaannn banget. Berasa ada di rumah yang didesain untuk santai bareng keluarga. 

Karena masih pagi, belum semua menu ada. Hanya beberapa yang memang cocok buat sarapan. Makanan disini ya kebanyakan pasta, sesuai sama judul warungnya. Tempatnya ada di Jl. Ganesha ITB. Gak jauh dari mesjid Salman ITB. Harga makanan dan minumannya juga gak terlalu mahal (lumayan terjangkau) dan yang pasti menunya banyak dan enak-enak. 



Pat-Pat-Berlipat


Sudah bukan rahasia publik, kalau sedekah itu bikin kita tambah rezeki. Bahkan matematika sedekah mengatakan bahwa sesungguhnya harta yang disedekahkan itu bertambah, tidak berkurang sama sekali! Ketika kita memiliki harta sebanyak 10, kemudian disedekahkan 1 maka sesugguhnya harta kita menjadi 19. Karena sesugguhnya harta kita semakin bertambah 10x lipat dari bilangan yang kita sedekahkan.

Ini pengalaman pribadi saya saat bulan Ramadhan. Dimana semua pahala dilipat gandakan, dan Alloh memberikan karunia dan berkah sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya. Apa yang kita lakukan juga langsung mendapatkan pahala atau balasan dari Alloh SWT. Begitu-pun pengalaman saya, ceritanya saya bersedekah untuk sanak famili sebanyak 100 ribu rupiah. Saya memberikan uang tersebut sekitar waktu zuhur. Dannnn.. Subhanalloh sekali yahhh.. ketika waktu ashar saya mendapatkan uang sebanyak 1 juta rupiah. Tak perlu waktu lama bagi Alloh untuk menggantinya dengan yang lebih banyak kan?
Ternyata uang  yang saya sedekahkan tidak lari kemana-mana, tetapi berbalik kepada diri kita sendiri.



Di luar bulan Ramadahan pun, saya sering mendapatkan pengalaman serupa. Ketika saya bersedekah 5 ribu rupiah, tak perlu waktu lama saya-pun mendapatkan "ganti" 50 ribu rupiah. Aneh tapi nyata, ya memang saya pernah mendapatkan pengalaman seperti itu. Uang yang saya keluarkan langsung diganti sebanyak 10x lipat. Ada saja jalan rezeki-nya, diberi oleh orang lain, mendapatkan hadiah, pokoknya rezeki yang tidak disangka-sangka sebelumnya.

Saya sendiri kadang masih takut untuk bersedekah dengan nominal diluar kebiasaan (mungkin kadar iman yang belum maksimal -________-) padahal pengalaman saya sendiri sudah banyak memberikan bukti otentik bahwa harta yang disedekahkan akan kembali kepada yang mengeluarkannya.

Selain rezeki berbentuk harta yang dibayar tunai oleh Alloh, sedekah juga menolak segala kesulitan hidup dan mempermudah segala urusan kita. Misalkan, waktu suami saya mengikuti rekrutmen calon pegawai. Alhamdulillah, berkat sedekah semua dipermudah. Ketika saya ingin melanjutkan studi pun begitu, alhamdulillah Alloh memberikan rezeki-Nya untuk saya.

Dan jauh lebih dari itu, sedekah layaknya mensucikan diri kita dari najis-najis dosa yang melekat. Mengharap hanya pada-Nya, dan melakukan apa-apa yang disukai-Nya.



Semoga bermanfaat :)






Pat-Pat-Berlipat


Sudah bukan rahasia publik, kalau sedekah itu bikin kita tambah rezeki. Bahkan matematika sedekah mengatakan bahwa sesungguhnya harta yang disedekahkan itu bertambah, tidak berkurang sama sekali! Ketika kita memiliki harta sebanyak 10, kemudian disedekahkan 1 maka sesugguhnya harta kita menjadi 19. Karena sesugguhnya harta kita semakin bertambah 10x lipat dari bilangan yang kita sedekahkan.

Ini pengalaman pribadi saya saat bulan Ramadhan. Dimana semua pahala dilipat gandakan, dan Alloh memberikan karunia dan berkah sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya. Apa yang kita lakukan juga langsung mendapatkan pahala atau balasan dari Alloh SWT. Begitu-pun pengalaman saya, ceritanya saya bersedekah untuk sanak famili sebanyak 100 ribu rupiah. Saya memberikan uang tersebut sekitar waktu zuhur. Dannnn.. Subhanalloh sekali yahhh.. ketika waktu ashar saya mendapatkan uang sebanyak 1 juta rupiah. Tak perlu waktu lama bagi Alloh untuk menggantinya dengan yang lebih banyak kan?
Ternyata uang  yang saya sedekahkan tidak lari kemana-mana, tetapi berbalik kepada diri kita sendiri.



Di luar bulan Ramadahan pun, saya sering mendapatkan pengalaman serupa. Ketika saya bersedekah 5 ribu rupiah, tak perlu waktu lama saya-pun mendapatkan "ganti" 50 ribu rupiah. Aneh tapi nyata, ya memang saya pernah mendapatkan pengalaman seperti itu. Uang yang saya keluarkan langsung diganti sebanyak 10x lipat. Ada saja jalan rezeki-nya, diberi oleh orang lain, mendapatkan hadiah, pokoknya rezeki yang tidak disangka-sangka sebelumnya.

Saya sendiri kadang masih takut untuk bersedekah dengan nominal diluar kebiasaan (mungkin kadar iman yang belum maksimal -________-) padahal pengalaman saya sendiri sudah banyak memberikan bukti otentik bahwa harta yang disedekahkan akan kembali kepada yang mengeluarkannya.

Selain rezeki berbentuk harta yang dibayar tunai oleh Alloh, sedekah juga menolak segala kesulitan hidup dan mempermudah segala urusan kita. Misalkan, waktu suami saya mengikuti rekrutmen calon pegawai. Alhamdulillah, berkat sedekah semua dipermudah. Ketika saya ingin melanjutkan studi pun begitu, alhamdulillah Alloh memberikan rezeki-Nya untuk saya.

Dan jauh lebih dari itu, sedekah layaknya mensucikan diri kita dari najis-najis dosa yang melekat. Mengharap hanya pada-Nya, dan melakukan apa-apa yang disukai-Nya.



Semoga bermanfaat :)






Akhirnya! Header Baru Cyin!


Bukan untuk niatan sombong, tapi saya bersyukur, Alhamdulillah setelah ngulik-ngulik internet dan photoshop, jadi juga saya bikin gambar header sendiri. Udah lama pengen banget punya blog dengan header yang lucu (kek punya blogger yang lain). Belajar dikit-dikit, akhirnya bisa bikin yang sesuai dengan keinginan hati ini. 

Step-step pengalaman saya bikin header akan saya bagikan soon ya. Masih capek banget (lebay) bikin header gambar begini doang.. *lap keringet*

Masih banyak buanget yang harus saya pelajari. Insya Alloh nanti berbagi. See you!!!

Akhirnya! Header Baru Cyin!


Bukan untuk niatan sombong, tapi saya bersyukur, Alhamdulillah setelah ngulik-ngulik internet dan photoshop, jadi juga saya bikin gambar header sendiri. Udah lama pengen banget punya blog dengan header yang lucu (kek punya blogger yang lain). Belajar dikit-dikit, akhirnya bisa bikin yang sesuai dengan keinginan hati ini. 

Step-step pengalaman saya bikin header akan saya bagikan soon ya. Masih capek banget (lebay) bikin header gambar begini doang.. *lap keringet*

Masih banyak buanget yang harus saya pelajari. Insya Alloh nanti berbagi. See you!!!

Mana Gerbong-nya?

Naik kereta api.. tut..tut..tut.. siapa hendak turut. Ke Bandung Surabaya. Bolehlah naik dengan percuma.
Waktu kecil pasti suka nyanyiin lagu itu kan, mak? dan pasti hari ini juga lagu itu diajarin lagi ke anak cucu kita di rumah. Hihihi.

Anak saya suka banget naik kereta api. Hampir setiap hari ngajak ke stasiun buat naik kereta api. Emang sih rumah saya sekarang deket stasiun Commuter Line, jadi setiap saat suka kedengeran suara kereta api lewat. 
Nah, suatu waktu karena dia suka banget sama kereta api, saya dan suami merancang liburan weekend keluaga buat naik kereta api sampai stasiun Jakarta Kota. Lumayan kan disana banyak objek wisata museum dan sejarah. Ongkosnya juga murah meriah.
Waktu liat gerbong kereta api yang sambung menyambung menjadi satu, anak saya teriak kegirangan. Impiannya naik kereta api akhirnya kesampaian. Gak perlu lama-lama, kita pun segera naik gerbong kereta commuter line di stasiun. Di dalam kereta api, anak saya celingak-celinguk liat seisi kereta api. First time, buat dia naik kereta api beneran. Biasanya dia naik kereta api mainan di tempat hiburan anak-anak.

Di dalam kereta, lama-lama anak saya merengek minta keluar. Saya pikir dia bosan lama-lama di dalam kereta. "keretanya mana? gerbongnya mana? kok ga keliatan". Si kecil malah bilang gitu. *toeng* "Ade, ini kan kita ada di dalam kereta api, kita ada di dalem gerbongnya, ini lagi jalan mau ke Jakarta". Eh, dia malah ngerengek lagi, minta turun untuk liat kereta api dari luar. Anak kecil, luar biasa syekali kemauannya. Padahal oh padahal. 

...............................

Sekilas itu cuman cerita anak-anak biasa yang lagi naik kereta api terus kepingin turun lagi liat gerbong yang lagi jalan, padahal dia sendiri lagi naik gerbongnya. Tapiiii.. lama-lama jadi mikir dan beranalogi. Jangan-jangan ini nih penyakit kita sehari-hari. Kita selalu liat gerbong kebahagiaan milik orang lain, tapi tanpa sadar sebetulnya kita pun sedang berada dalam gerbong kebahagiaan milik kita sendiri. Kita fokus sama apa yang dimiliki orang lain dan lupa dengan apa yang kita miliki. Persis seperti anak saya yang ngerengek minta liat gerbong kereta api padahal dia sendiri lagi naik di dalam gerbong itu sendiri. 


So...

Setiap orang punya gerbongnya masing-masing, gerbong kebahagiaan. Yang sedang berjalan menuju stasiun pemberhentian akhir melalui rel-nya sendiri.




Malam dengan suara kereta api.


Related Post:

Berdamai dengan Kebosanan

Mana Gerbong-nya?

Naik kereta api.. tut..tut..tut.. siapa hendak turut. Ke Bandung Surabaya. Bolehlah naik dengan percuma.
Waktu kecil pasti suka nyanyiin lagu itu kan, mak? dan pasti hari ini juga lagu itu diajarin lagi ke anak cucu kita di rumah. Hihihi.

Anak saya suka banget naik kereta api. Hampir setiap hari ngajak ke stasiun buat naik kereta api. Emang sih rumah saya sekarang deket stasiun Commuter Line, jadi setiap saat suka kedengeran suara kereta api lewat. 
Nah, suatu waktu karena dia suka banget sama kereta api, saya dan suami merancang liburan weekend keluaga buat naik kereta api sampai stasiun Jakarta Kota. Lumayan kan disana banyak objek wisata museum dan sejarah. Ongkosnya juga murah meriah.
Waktu liat gerbong kereta api yang sambung menyambung menjadi satu, anak saya teriak kegirangan. Impiannya naik kereta api akhirnya kesampaian. Gak perlu lama-lama, kita pun segera naik gerbong kereta commuter line di stasiun. Di dalam kereta api, anak saya celingak-celinguk liat seisi kereta api. First time, buat dia naik kereta api beneran. Biasanya dia naik kereta api mainan di tempat hiburan anak-anak.

Di dalam kereta, lama-lama anak saya merengek minta keluar. Saya pikir dia bosan lama-lama di dalam kereta. "keretanya mana? gerbongnya mana? kok ga keliatan". Si kecil malah bilang gitu. *toeng* "Ade, ini kan kita ada di dalam kereta api, kita ada di dalem gerbongnya, ini lagi jalan mau ke Jakarta". Eh, dia malah ngerengek lagi, minta turun untuk liat kereta api dari luar. Anak kecil, luar biasa syekali kemauannya. Padahal oh padahal. 

...............................

Sekilas itu cuman cerita anak-anak biasa yang lagi naik kereta api terus kepingin turun lagi liat gerbong yang lagi jalan, padahal dia sendiri lagi naik gerbongnya. Tapiiii.. lama-lama jadi mikir dan beranalogi. Jangan-jangan ini nih penyakit kita sehari-hari. Kita selalu liat gerbong kebahagiaan milik orang lain, tapi tanpa sadar sebetulnya kita pun sedang berada dalam gerbong kebahagiaan milik kita sendiri. Kita fokus sama apa yang dimiliki orang lain dan lupa dengan apa yang kita miliki. Persis seperti anak saya yang ngerengek minta liat gerbong kereta api padahal dia sendiri lagi naik di dalam gerbong itu sendiri. 


So...

Setiap orang punya gerbongnya masing-masing, gerbong kebahagiaan. Yang sedang berjalan menuju stasiun pemberhentian akhir melalui rel-nya sendiri.




Malam dengan suara kereta api.


Related Post:

Berdamai dengan Kebosanan

Saya Kecewa sama KEB!

YA! Saya bener-bener kecewa sama komunitas ini!

Kumpulan Emak-emak Blogger aka KEB. Pasalnya, kenapa gak dari zaman dulu (waktu saya SMA) saya ikut komunitas ini. Kenapa KEB gak berdiri dari dulu waktu saya seneng banget nulis dan corat-coret di mading sekolah. Kenapa KEB baru mau ulang tahun yang ke-3 ? Ha? Ha? Ha? Saya kecewa berat, kenapa gak dari dulu saya tau kalau komunitas ini ada. Kenapa baru tau-nya sekarang-sekarang. Hiks.

Saya kecewa berat karena KEB gak berdiri dari dulu, dan saya tahu lebih awal. Mungkin hari ini saya udah jadi Blogger keren kaya' emak-emak Blogger yang selalu bikin tulisan bagus dan menang kompetisi disana-sini. Aktif di forum penulis dan blog. Haa... ngareeppp. Tapi by the way, ini kecewa-nya beneran lho, kecewa tingkat Dewa Bujana.


Saya tau KEB ini gegara buka blog temen yang di share lewat facebook, saya liat logo ini nih, ditempel di Blog-nya. Logonya ketje banget yah, sesuatu, warna pink. yang (mungkin) melambangkan sisi wanita (emak) yang feminim, hangat, dan lemah lembut. Dan tulisan "kumpulan emak blogger" yang diukir-ukir itu mungkin melambangkan tulisan-tulisan seorang perempuan yang indah dan memiliki makna yang mendalam. Mari kita lihat logonya bersama-sama.



Kemudian saya menelusuri asal-muasal gambar logo tersebut. Akhirnya mendaftar-lah saya di komunitas Kumpulan Emak Blogger aka KEB. Dan dari situlah negara api mulai menyerang. (Api semangat nulis lagi maksudnya). 

.................................

Kalau menurut saya, KEB punya andil besar dalam menyemangati saya menulis, contohnya pas ada GA yang hadiahnya lumayan, pasti buru-buru pengen ikutan nulis. Atau ada emak yang menang kompetisi nulis blog pasti "kepanasan" pengen ikutan juga. Iya gak sih mak? Dari situ-lah api semangat untuk nulis (lebih tepatnya corat-coret) makin menyala-nyala. Rasanya iriiiii banget kalau liat orang lain punya blog yang rame dikunjungi orang, banyak dikomentarin orang, apalagi menang berbagai jenis kompetisi. Ha, itu sih saya aja kali yaaa. Tapi yang terpenting iri sama blogger yang punya banyak tulisan bermanfaat untuk orang lain.

Yang paling saya garis bawahi adalah KOMENTAR dari sesama member KEB. Tau gak sih mak? kalau tulisan kita dikomentarin orang lain itu rasanya kaya' punya suntikan energi baru? tul gak? dan saya khususnya merasa di-APRESIASI. Yah, walau tulisan saya abal-abal, blog saya masih sepi kaya' kuburan, tapi masih ada aja member KEB yang mau komentar dan mengapresiasi tulisan saya. Dan itu-lah mak, yang bikin saya mengharu biru dan semangat empat lima buat nulis lagi. Hug and Kiss buat semua emak di KEB. Dan sebisa mungkin, saya ingin melakukan hal yang sama. Makasih banyakkkkk Maaakkkk. 


KOMENTAR POSITIF=ENERGI BARU


Budaya saling mengapresiasi dan saling memberikan komentar dan masukan yang positif ini mudah-mudahan bisa membuat KEB bertumbuh menjadi komunitas yang bermanfaat dan memberikan energi positif bagi seluruh member KEB dan masyarakat. Saya pernah membaca, bahwa menulis adalah terapi yang sangat baik bagi seseorang. Bahkan, ketika Pak Mapres (mantan presiden) BJ. Habibie ditinggal oleh Bu Ainun, dokter menyarankan beliau untuk menulis sebagai terapi untuk menyembuhkan duka-nya yang mendalam. 

Boleh jadi, menulis bisa menjadi terapi yang baik untuk kita para emak di rumah dan dimana pun berada. Dan apresiasi dari member KEB adalah obat bagi kita semua. Saya sendiri yang masih abal-abal banget nulisnya merasakannya, ketika "banyak pikiran" banyak bercerita dengan menulis blog adalah salah satu obat penawarnya. Ketika bingung gak ada kerjaan, bawaannya pengen nulis dan share ke KEB. Dan itulah yang menjadi 'obat' untuk diri saya ini. Tsahhh. 

Do'aku mengiringi langkah KEB di tahun ke-3 ini untuk terus berkontribusi walau hanya dengan tulisan-tulisan di dunia maya. Semoga makin banyak tulisan yang briliant di KEB ini. Makin banyak tulisan yang menginspirasi untuk berbuat kebaikan dan menebar kebermanfaatan. KEB jadi teman setia emak-emak yang memang ingin berkontribusi dalam memberikan manfaat lewat tulisan-tulisan. KEB menjadi 'curahan hati' emak-emak yang (mungkin) hidupnya sering galau. (Ha.. kalo itu mah saya aja kali ya)

................................

Terima kasih KEB, semoga banyak emak yang gak kecewa seperti saya dulu. Nih, yang mau daftar ikutan komunitas Ketje ini bisa klik disini ya! Semoga KEB bisa menjadi tempat berkarya dan saling mendukung satu sama lain.  Walaupun saya gak begitu kenal baik dengan para pendiri dan member KEB, dengan tulus ikhlas dari sanubari yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik disini. I love you, Mak. Semoga KEB makin jaya di udara dan dunia maya. Sukses KEB!!!

Trims so much.. much.. much.. untuk KEB. 


Di malam yang bertabur bintang, dipenuhi suara peluit kereta malam. 

Bogor penuh cinta :)







Saya Kecewa sama KEB!

YA! Saya bener-bener kecewa sama komunitas ini!

Kumpulan Emak-emak Blogger aka KEB. Pasalnya, kenapa gak dari zaman dulu (waktu saya SMA) saya ikut komunitas ini. Kenapa KEB gak berdiri dari dulu waktu saya seneng banget nulis dan corat-coret di mading sekolah. Kenapa KEB baru mau ulang tahun yang ke-3 ? Ha? Ha? Ha? Saya kecewa berat, kenapa gak dari dulu saya tau kalau komunitas ini ada. Kenapa baru tau-nya sekarang-sekarang. Hiks.

Saya kecewa berat karena KEB gak berdiri dari dulu, dan saya tahu lebih awal. Mungkin hari ini saya udah jadi Blogger keren kaya' emak-emak Blogger yang selalu bikin tulisan bagus dan menang kompetisi disana-sini. Aktif di forum penulis dan blog. Haa... ngareeppp. Tapi by the way, ini kecewa-nya beneran lho, kecewa tingkat Dewa Bujana.


Saya tau KEB ini gegara buka blog temen yang di share lewat facebook, saya liat logo ini nih, ditempel di Blog-nya. Logonya ketje banget yah, sesuatu, warna pink. yang (mungkin) melambangkan sisi wanita (emak) yang feminim, hangat, dan lemah lembut. Dan tulisan "kumpulan emak blogger" yang diukir-ukir itu mungkin melambangkan tulisan-tulisan seorang perempuan yang indah dan memiliki makna yang mendalam. Mari kita lihat logonya bersama-sama.



Kemudian saya menelusuri asal-muasal gambar logo tersebut. Akhirnya mendaftar-lah saya di komunitas Kumpulan Emak Blogger aka KEB. Dan dari situlah negara api mulai menyerang. (Api semangat nulis lagi maksudnya). 

.................................

Kalau menurut saya, KEB punya andil besar dalam menyemangati saya menulis, contohnya pas ada GA yang hadiahnya lumayan, pasti buru-buru pengen ikutan nulis. Atau ada emak yang menang kompetisi nulis blog pasti "kepanasan" pengen ikutan juga. Iya gak sih mak? Dari situ-lah api semangat untuk nulis (lebih tepatnya corat-coret) makin menyala-nyala. Rasanya iriiiii banget kalau liat orang lain punya blog yang rame dikunjungi orang, banyak dikomentarin orang, apalagi menang berbagai jenis kompetisi. Ha, itu sih saya aja kali yaaa. Tapi yang terpenting iri sama blogger yang punya banyak tulisan bermanfaat untuk orang lain.

Yang paling saya garis bawahi adalah KOMENTAR dari sesama member KEB. Tau gak sih mak? kalau tulisan kita dikomentarin orang lain itu rasanya kaya' punya suntikan energi baru? tul gak? dan saya khususnya merasa di-APRESIASI. Yah, walau tulisan saya abal-abal, blog saya masih sepi kaya' kuburan, tapi masih ada aja member KEB yang mau komentar dan mengapresiasi tulisan saya. Dan itu-lah mak, yang bikin saya mengharu biru dan semangat empat lima buat nulis lagi. Hug and Kiss buat semua emak di KEB. Dan sebisa mungkin, saya ingin melakukan hal yang sama. Makasih banyakkkkk Maaakkkk. 


KOMENTAR POSITIF=ENERGI BARU


Budaya saling mengapresiasi dan saling memberikan komentar dan masukan yang positif ini mudah-mudahan bisa membuat KEB bertumbuh menjadi komunitas yang bermanfaat dan memberikan energi positif bagi seluruh member KEB dan masyarakat. Saya pernah membaca, bahwa menulis adalah terapi yang sangat baik bagi seseorang. Bahkan, ketika Pak Mapres (mantan presiden) BJ. Habibie ditinggal oleh Bu Ainun, dokter menyarankan beliau untuk menulis sebagai terapi untuk menyembuhkan duka-nya yang mendalam. 

Boleh jadi, menulis bisa menjadi terapi yang baik untuk kita para emak di rumah dan dimana pun berada. Dan apresiasi dari member KEB adalah obat bagi kita semua. Saya sendiri yang masih abal-abal banget nulisnya merasakannya, ketika "banyak pikiran" banyak bercerita dengan menulis blog adalah salah satu obat penawarnya. Ketika bingung gak ada kerjaan, bawaannya pengen nulis dan share ke KEB. Dan itulah yang menjadi 'obat' untuk diri saya ini. Tsahhh. 

Do'aku mengiringi langkah KEB di tahun ke-3 ini untuk terus berkontribusi walau hanya dengan tulisan-tulisan di dunia maya. Semoga makin banyak tulisan yang briliant di KEB ini. Makin banyak tulisan yang menginspirasi untuk berbuat kebaikan dan menebar kebermanfaatan. KEB jadi teman setia emak-emak yang memang ingin berkontribusi dalam memberikan manfaat lewat tulisan-tulisan. KEB menjadi 'curahan hati' emak-emak yang (mungkin) hidupnya sering galau. (Ha.. kalo itu mah saya aja kali ya)

................................

Terima kasih KEB, semoga banyak emak yang gak kecewa seperti saya dulu. Nih, yang mau daftar ikutan komunitas Ketje ini bisa klik disini ya! Semoga KEB bisa menjadi tempat berkarya dan saling mendukung satu sama lain.  Walaupun saya gak begitu kenal baik dengan para pendiri dan member KEB, dengan tulus ikhlas dari sanubari yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik disini. I love you, Mak. Semoga KEB makin jaya di udara dan dunia maya. Sukses KEB!!!

Trims so much.. much.. much.. untuk KEB. 


Di malam yang bertabur bintang, dipenuhi suara peluit kereta malam. 

Bogor penuh cinta :)







Kado Terindah dari Mariah Carey

Sebagai ABG gaul pada zamannya, berlangganan majalah dan tabloid remaja adalah hal WAJIB. Paling gak kamu bisa update info tentang artis kesukaan kamu, film favorit kamu, penyanyi atau band idola, dan juga baca tentang horoskop (itu mah temen saya, saya mah gak ikut-ikutan). Tabloid remaja pada waktu itu juga banyak banget bagi-bagi hadiah (semacem buat promosi produk atau rasa iba kepada para fans yang pengen banget dapet marchandaise gratis). Jadi di dalam tabloid itu ada kupon kuis yang harus digunting, kemudian dikirim ke alamat redaksi beserta kartu pos dan jawaban kuis. 

Ceritanya waktu itu saya berlangganan Tabloid remaja berinisial TF. Waktu baca-baca, ada semacem bagi-bagi kaset dan CD gratis album  Mariah Carey dan PCD (Pussycat Dolls). Caranya gampang banget waktu itu, cuman kirim kartu pos dengan menjawab pertanyaan "Apa judul lagu Mariah Carey yang paling kamu suka dan judul lagu PCD yang baru?" Gampang kan? kan? kan?


Iseng-iseng berhadiah saya kirim dua kartu pos tersebut, sebenernya tiga sih. Satu laginya kartu pos dengan kuis film Narnia. Dengan modal sisa uang jajan, saya kirim jawaban kuis saya ke alamat redaksi tabloid. Ya secara zaman dulu belum ada kuis yang bisa langsung via twitter, path, facebook, instagram. Kita kudu beli kartu pos dan ngirim ke alamat redaksi pake prangko. Akhirnya saya kirim tiga kuis yang ada di Tabloid itu. Rebes!

.............................

Pagi-pagi saya sudah grasak-grusuk mau berangkat sekolah, sarapan dan juga nyiapin sepeda (gaya ABG gaul zaman dulu). Di tengah khusuk sarapan, tiba-tiba anak pak RT datang ke rumah bawa bungkusan warna kuning. Katanya itu ada paket nyasar ke rumah nya lewat jasa pengiriman kemaren sore. Awalnya saya bingung, beneran nih dapet rezeki kado pagi-pagi begini? ulang tahun udah lewat, kalau ada secret admirer ngirim rasanya juga gak mungkin.

Saya buka paket kotak warna kuning yang tadi di kasih sama anak pak RT. Dibungkusannya cuman ada nama saya sama alamat rumah saya doang. Beneran belum ngeh ini kado dari siapa. Jeng... jeng... jeng... jeng.. jeng... ternyata isinya adalah CD original Mariah Carey dan Kaset PCD. Wooooowwww.... saya baru inget kalo saya pernah kirim kuis ke tabloid. Saking lamanya proses ikutan kuisnya, sampe berbulan-bulan lamanya, dan akhirnya saya lupa pernah ikutan. 

Ya itulah.. teknologi zaman dulu memang belum secanggih sekarang. Tapi saya bersyukur dan girang banget waktu itu, gak nyangka bakalan menang kuis dan beneran dikirimin paket hadiah ke rumah. Dan itu bener-bener spesial. and then I feel so lucky! Berasa spesial karena dikirimin paket sama redaksi tabloid langganan, dan itu artinya nama saya mereka pilih untuk dapet CD dan kaset gratis. Gue'er banget kan. 

Gegara dapet paket pagi-pagi, spesial banget dari tabloid kesayangan. Seharian saya ketawa-ketiwi di dalem kelas (maklum ABG tingkat SMP). Gowesan sepeda hari itu adalah gowesan terindah pokoknya. Hihihi....

..............................

Bogor, with love :)



Tulisan ini diikut sertakan pada:

http://www.pungkyprayitno.com/2015/01/giveaway-kado-terindah.html#more








Kado Terindah dari Mariah Carey

Sebagai ABG gaul pada zamannya, berlangganan majalah dan tabloid remaja adalah hal WAJIB. Paling gak kamu bisa update info tentang artis kesukaan kamu, film favorit kamu, penyanyi atau band idola, dan juga baca tentang horoskop (itu mah temen saya, saya mah gak ikut-ikutan). Tabloid remaja pada waktu itu juga banyak banget bagi-bagi hadiah (semacem buat promosi produk atau rasa iba kepada para fans yang pengen banget dapet marchandaise gratis). Jadi di dalam tabloid itu ada kupon kuis yang harus digunting, kemudian dikirim ke alamat redaksi beserta kartu pos dan jawaban kuis. 

Ceritanya waktu itu saya berlangganan Tabloid remaja berinisial TF. Waktu baca-baca, ada semacem bagi-bagi kaset dan CD gratis album  Mariah Carey dan PCD (Pussycat Dolls). Caranya gampang banget waktu itu, cuman kirim kartu pos dengan menjawab pertanyaan "Apa judul lagu Mariah Carey yang paling kamu suka dan judul lagu PCD yang baru?" Gampang kan? kan? kan?


Iseng-iseng berhadiah saya kirim dua kartu pos tersebut, sebenernya tiga sih. Satu laginya kartu pos dengan kuis film Narnia. Dengan modal sisa uang jajan, saya kirim jawaban kuis saya ke alamat redaksi tabloid. Ya secara zaman dulu belum ada kuis yang bisa langsung via twitter, path, facebook, instagram. Kita kudu beli kartu pos dan ngirim ke alamat redaksi pake prangko. Akhirnya saya kirim tiga kuis yang ada di Tabloid itu. Rebes!

.............................

Pagi-pagi saya sudah grasak-grusuk mau berangkat sekolah, sarapan dan juga nyiapin sepeda (gaya ABG gaul zaman dulu). Di tengah khusuk sarapan, tiba-tiba anak pak RT datang ke rumah bawa bungkusan warna kuning. Katanya itu ada paket nyasar ke rumah nya lewat jasa pengiriman kemaren sore. Awalnya saya bingung, beneran nih dapet rezeki kado pagi-pagi begini? ulang tahun udah lewat, kalau ada secret admirer ngirim rasanya juga gak mungkin.

Saya buka paket kotak warna kuning yang tadi di kasih sama anak pak RT. Dibungkusannya cuman ada nama saya sama alamat rumah saya doang. Beneran belum ngeh ini kado dari siapa. Jeng... jeng... jeng... jeng.. jeng... ternyata isinya adalah CD original Mariah Carey dan Kaset PCD. Wooooowwww.... saya baru inget kalo saya pernah kirim kuis ke tabloid. Saking lamanya proses ikutan kuisnya, sampe berbulan-bulan lamanya, dan akhirnya saya lupa pernah ikutan. 

Ya itulah.. teknologi zaman dulu memang belum secanggih sekarang. Tapi saya bersyukur dan girang banget waktu itu, gak nyangka bakalan menang kuis dan beneran dikirimin paket hadiah ke rumah. Dan itu bener-bener spesial. and then I feel so lucky! Berasa spesial karena dikirimin paket sama redaksi tabloid langganan, dan itu artinya nama saya mereka pilih untuk dapet CD dan kaset gratis. Gue'er banget kan. 

Gegara dapet paket pagi-pagi, spesial banget dari tabloid kesayangan. Seharian saya ketawa-ketiwi di dalem kelas (maklum ABG tingkat SMP). Gowesan sepeda hari itu adalah gowesan terindah pokoknya. Hihihi....

..............................

Bogor, with love :)



Tulisan ini diikut sertakan pada:

http://www.pungkyprayitno.com/2015/01/giveaway-kado-terindah.html#more








Assalamualaikum Beijing: Legenda Cinta Ashima



Akhirnya.. Alhamdulillah kesampaian juga saya nonton film Assalamualaikum Beijing. Dan ternyata filmnya sesuai dengan ekspektasi saya, apik dan sangat bersahaja. Tidak ada adegan yang membuat saya jenuh dan setting tempat nya benar-benar memanjakan mata dan tentunya membuat hasrat Travelling ke Negeri Bambu itu makin meningkat. Lokasinya bikin Melted lah pokoknya. 

Sebagian besar penonton mungkin sudah tahu kalau film ini diangkat dari novel yang berjudul sama dari sang penulis bertangan dingin Asma Nadia. Sudah banyak tulisan-tulisannya yang ditayangkan di layar lebar dan televisi. Tapi memang drama ini yang paling bikin hati greget, karena ceritanya romantis abis ala film Korea. Apalagi aktor dan settingnya memang di negeri yang tidak jauh beda dengan cerita-cerita di drama Korea. Kalau temen saya bilang sih, yang jomblo hati-hati aja kalo abis nonton film ini. Saking bikin envy-nya sama yang namanya kisah cinta mereka berdua.


Baru kali ini saya review film lewat Blog ini. Berikut review film Assalamualaikum Beijing yang diangkat dari novel Asma Nadia. Semoga bermanfaat.


1.Story

Asmara adalah gadis yang dikhianati calon suaminya. Teganya menjelang hari pernikahan, sang calon suami Dewa mengkhianatinya dengan bermain api dengan gadis lain. Asmara sangat kecewa dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Dewa untuk selamanya. Namun, semua bukan tanpa hikmah, karena batalnya proses pernikahan, Asmara berhasil mendapatkan pekerjaan barunya sebagai jurnalis di Beijing. Dan ini membuat episode kehidupan baru Asmara di Negeri Tiongkok dimulai.

Asmara tidak sendiri di Beijing, sahabatnya Sekar dan suaminya Ridwan menjadi keluarga kecilnya di Beijing. Di tengah kesibukan pekerjaannya di kantor, Asmara berkeliling Beijing untuk mendapatkan informasi untuk bahan tulisannya. Tak sengaja ia bertemu seorang penduduk lokal bernama Zhong Wen di dalam bus. Zhong Wen yang berprofesi sebagai pemandu wisata sangat ramah dan supel, ia pribadi yang sangat menyenangkan. Dan akhirnya pun mereka saling mengenal dan berteman. 

Zhong Wen menceritakan berbagai hal tentang Beijing dan kebudayaan-kebudayaan yang ada di China. Salah satunya mengenai legenda Ashima dan Ahei. Dalam legenda rakyat China, mereka adalah sepasang kekasih yang memiliki kisah cinta sejati. Bahkan di Yunan, terdapat patung Ashima yang dipercaya sebagai perwujudan Ashima yang telah berubah menjadi batu. Ketika merindukan Ashima, Ahei selalu datang. Menatap Ashima-nya yang telah  membantu dan merasakan cinta mereka berdua. Zhong Wen menceritakan kisah ini karena saat berkenalan dengan Asma ia mendengar kata Asma sangat mirip dengan Ashima. Dan Zhong Wen diam-diam berharap Asma lah yang akan menjadi Ashima-nya kelak.


Ketika Asmara telah memulai hidup barunya, setelah Move On dari kisah cintanya yang kandas di tengah jalan, kehadiran Zhong Wen ini dianggap oleh Sekar sahabatnya sebagai God's Sign, bahwa Zhong Wen adalah orang yang dikirim Tuhan untuk mengganti apa yang telah hilang. Namun, karena Zhong Wen yang bukan merupakan seorang muslim membuat hati Asmara bimbang untuk menerima "pertanda" itu atau tidak. 


Di lain sisi, Dewa juga masih mengharapkan Asmara kembali kepadanya.


Di tengah kegalauannya, Asmara harus kembali ke Jakarta. Ia mengidap penyakit aneh yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia sering menderita serangan kelumpuhan mendadak. Hal ini membuat ia semakin tak percaya diri untuk membuka hatinya lagi untuk menerima cinta. Apalagi cinta dari Zhong Wen. Asmara tak ingin Zhong Wen tahu bahwa dirinya tidak seperti yang ia kenal sebelumnya.

Zhong Wen yang mengaggap Asmara sebagai Ashima-nya itu semakin gelisah ketika ia tak kunjung bisa bertemu dengan Asmara. Ia ingin mengungkapkan bahwa Asmara telah banyak menuntunnya menuju jalan cahaya-Nya. Dari sekian email yang tidak pernah dibalas oleh Asmara. Suatu hari ia sangat kaget dan melonjak kegirangan karena Asmara memintanya untuk bertemu di Jakarta. 

Zhong Wen tak pernah tahu bahwa Asmara sedang sakit keras, tapi kenyataan itu tidak pernah menyurutkan langkahnya untuk tetap mencintai Asmara bagaimanapun keadaannya. Zhong Wen tetap ingin mencintai Ashima-nya walaupun apa yang terjadi. Sama halnya kisah cinta Ahei pada Ashima. 


2. Aktor dan Aktris



Revalina S. Temat sebagai Asmara


Revalina bukan aktris yang asing bagi kita, perannya sebagai wanita muslimah juga pernah ia lakukan di Perempuan Berkalung Sorban. Perannya yang apik, tenang, tegar, dan bersahaja ini mewakili sosok Asmara. Seorang jurnalis yang juga hobi traveling ini. Perannya sebagai Asmara membuat penonton terharu, apalagi ketika ia berjuang melawan sakitnya. Ia berperan sebagai perempuan yang mengalami stroke, serangan jantung, kebutaan, dan juga bisu. Two thumbs up untuk Revalina!




Morgan Oey sebagai Zhong Wen


Fantastis! Walaupun ini debut pertamanya di layar lebar, Morgan sang mantan personel boy band SMASH ini sangat baik dalam memerankan Zhong Wen. Aktingnya sangat apik, sederhana (tidak terkesan dibuat-buat) dan sangat mengalir. Peran Zhong Wen ini cukup menantang baginya, ia memerankan seorang warga lokal China yang tertarik kepada perempuan Indonesia yang beragama Islam. Dan sekaligus tertarik pada ajaran Islam itu sendiri. 



Ibnu Jamil sebagai Dewa


Menjadi tokoh dewa dalam film ini, Ibnu Jamil keluar sebagai sosok laki-laki yang mudah tergoda oleh nafsu sesaat. Ia malah mengkhianati Asmara pada hari-hari menjelang pernikahan. Ia menyesal, namun Asmara tak ingin lagi memberinya kesempatan. Tapi, setelah tahu Asmara mengidap penyakit aneh dan ada Zhong Wen disisinya, Dewa berpikir ulang akan semuanya. 





Laudya Cynthia Bella sebagai Sekar



Sekar adalah sahabat Asmara yang tinggal di Beijing bersama suaminya Ridwan yang diperankan Dedi Mahendra Desta. Sekar adalah sahabat Asmara yang sangat mendukung hubungannya dengan Zhong Wen. Ia sangat hobi nonton drama Korea, sehingga ia menganggap kisah cinta Asmara dan Zhong Wen seperti kisah cinta di drama Korea di dunia nyata. 



Desta, Bella, Revalina



3. Setting Tempat

Saya tidak menyangka kalau China memiliki pemandangan yang sangat exotis dan menawan. Tembok China, Patung Ashima di Yunan, Mesjid dengan arsitektur China yang menawan benar-benar membuat kita tidak bisa berpaling ketika menyaksikan film ini. Kalau buat yang hobi travelling pasti bisa jadi destinasi baru untuk menjelajah dunia. 












lokasi patung Ashima





How? Keren kannnn!!!!



4. Perbandingan dengan Novel


Setiap kali kita nonton film yang diangkat dari novel, pasti kita akan membanding-bandingkan film tersebut dengan isi novel sebenarnya. Menurut saya, secara keseluruhan 80 % film ini sangat sesuai dengan apa yang ditulis di dalam novel. Mungkin karena faktor durasi, memang ada beberapa potongan-potongan cerita yang tidak seluruhnya dijadikan cerita di film ini. Saya sendiri nonton film Assalamualaikum Beijing ini setelah membaca novelnya. Di dalam novel, cerita yang dikemas panjang dan detail. Jadi ketika saya menonton filmnya saya faham arah dari cerita secara jelas. Tapi mungkin bagi orang yang belum membaca novel akan "ketinggalan" beberapa cerita yang mendasari sebuah cerita yang ditampilkan dalam adegan film.




Overall...
Keseluruhan film ini sangat bagus dan layak untuk dijadikan tontonan yang sekaligus menjadi nasehat. Islam yang rahmatan lil alamin tergambar di film ini, begitu juga indahnya cinta yang terbingkai dalam pernikahan. Lika-liku kehidupan yang dialami seseorang pasti mengandung banyak hikmah ketika ia memutuskan untuk Move On dari masa lalu nya yang unlucky.


Selamat menonton film ini!

JIKA TAK KAU TEMUKAN CINTA, BIAR CINTA MENEMUKANMU